Jelang Pelantikan Presiden, Polda Banten Siagakan 671 Personel

SERANG – Jelang pelantikan presiden-wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober, pengamanan di ibukota negara diperketat. Tak terkecuali di wilayah hukum Polda Banten.

Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Amiluddin Roemtaat mengatakan, pihaknya menyiagakan sebanyak 671 personel dari Polda Banten. Ratusan personel tersebut siap disebar di wilayah hukum Polda Banten.

“Saya sudah buat telegram kepada satuan kewilayahan (polres-red) yang membutuhkan back up dari kita (Polda Banten-red). Kita ada 671 personel,” kata Roemtaat, Rabu (16/10).

Namun, belum dapat dipastikan persebaran ratusan personel itu. Soalnya, Polda Banten belum menerima permintaan bantuan dari polres jajaran. “Saya belum mengetahui ada tidaknya yang membutuhkan bantuan pengamanan dalam rangka pelantikan presiden dan wakil presiden ini. Pada prinsipnya kami back up kewilayahan,” kata Roemtaat.

Roemtaat mengatakan, pengarahan personel Polda Banten baru diketahui saat gelar pasukan yang akan dilaksanakan di Mapolda Banten, Jumat (18/10). “Mungkin besok (sebelum gelar-red) sudah ketahuan (pengerahan personel-red). Kalau untuk Polda belum ada penyebaran personel. Nanti, saat sudah gelar pasukan sudah ketahuan pengerahannya ke mana,” ucap Roemtaat.

Kata dia, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Polda Banten memang menetapkan status siaga satu. Seluruh personel kepolisian diminta untuk meningkatkan kewaspadan wilayah masing-masing agar tidak terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Semua siaga satu, apalagi kita daerah penyangga ibukota,” ujar Roemtaat.

Dalam rangka membantu pengamanan ibukota, Polda Banten telah mengirim 300 personel dari satuan Brimob. Tiga kompi personel tersebut telah dikirim sejak pengamanan unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Hingga kini personel belum ditarik dari Jakarta. “Brimob masih di Jakarta sebanyak 300 orang. Kita (Polda Banten-red) cuma mengirim pengoperasiannya mereka (Polda Metro Jaya-red),” tutur Roemtaat.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata mengaku Polda Banten dan jajaran telah mengambil langkah preventif jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. “Dialog ke tokoh masyarakat, universitas, dan sekolah. Tujuannya mengajak memelihara keamanan sekaligus sosialisasi agar tidak terpengaruh oleh hoax atau informasi yang salah,” kata Edy. 

Polda Banten juga akan meningkatkan pengamanan melalui operasi cipta kondisi (cipkon) dan patroli ke daerah permukiman, perkantoran, dan objek vital. “Penguatan nanti di satuan wilayah (Polres-red),” kata Edy.

Penebalan personel juga akan diberlakukan di beberapa titik, terutama pintu tol. Penebalan ini untuk memudahkan pemantauan terhadap volume pergerakan massa ke Jakarta.  

“Kerja sama PJR Mabes Polri, Jasa Marga, untuk memantau peningkatan volume ke jakarta, termasuk merayakan pelantikan sekaligus ajakan unras (unjuk rasa-red). Kalau kapasitasnya banyak penumpang tentu curigai pemeriksaan,” beber Edy.

Edy menegaskan akan melakukan penyekatan terhadap kelompok massa yang akan meramaikan Jakarta saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. “Tentu kami lakukan dengan pendekatan persusasif. Kita minta untuk pulang ke daerah masing-masing,” tegas Edy. (mg05-nda/air/ags)