Jelang Pemilu, Jaga Keamanan Banten

0
527 views
KPU
Ilustrasi/Inet

SERANG – Sekjen Laskar Aksi 411 Pandeglang Muhamad Roup (49) meminta umat Islam di Banten menjaga keamanan di Banten. Upaya itu dilakukan dengan menjaga tindakan yang dapat menimbulkan provokasi.

“Termasuk kita jangan terprovokasi oleh apa pun, yang berakibat memecah belah keutuhan umat Islam, khususnya yang ada di Provinsi Banten,” kata Roup, Senin (12/11).

Roup mencontohkan salah satu isu yang dapat menimbulkan perpecahan adalah pembakaran bendera yang disebut bendera tauhid. Persoalan itu dapat diselesaikan dengan cara duduk bersama seluruh ormas islam. “Mari kita duduk bersama untuk menciptakan suasana yang natural, kebersamaan, kekeluargaan, rukun, aman, damai dan tertib demi keselamatan negeri yang kita cintai,” kata Roup.

“Jadikanlah pesta demokrasi adalah demokrasi yang betul-betul bersih, tanpa ada suatu kegaduhan berarti yang akan memecah belah bangsa di negeri ini,” jelas Roup.

Dia berharap seluruh tidak lagi muncul isu yang dapat menimbulkan penderitaan dan perpecahan masyarakat. “Rakyat sudah banyak menderita, jangan lagi membawa masyarakat dan kehancuran di negeri ini,” kata Roup.

Roup mengaku keterlibatannya dalam Forum Umat Islam (FUI) Banten adalah untuk memberikan kesejukan bagi umat islam. “Kehadiran saya disitu hanya ingin membawa warna positif, warna yang betul membawa sejuk kepada kita sekalian,” kata Roup.

Menurut Roup, ideologi Pancasila merupakan sebuah payung hukum yang telah sesuai budaya dan karakter masyarakat Indonesia. “Maka sangat cerdas para pendiri negeri ini, alim ulama negeri ini, menggagas satu persatu ayat ini, dari pada dasar-dasar Pancasila,” ungkap Roup.

Sementara, Roup berharap masyarakat berhati-hati dalam menerima beredaranya berita di media sosial (medsos). Sebab, banyak isu bohong yang dapat dipastikan ada penumpang gelap. “Menurut hemat saya, dipastikan ada penumpang gelap, bermacam-macam,” kata Roup.

Dia berharap aparat pemerintah dapat bekerjasama dengan tokoh masyarakat dalam menangkal isu atau berita bohong. “Sehingga kita semua bisa menangkal, ketika ada isu  hoax, yang gak benar, segala macam isu, yang membuat negeri ini kacau balau dan rusak,” kata Roup. (Merwanda)