Jelang Peringatan Bencana Tsunami, Alat Peringatan Rusak

Ilustrasi

SERANG – Satu tahun jelang peringatan bencana tsunami Selat Sunda 2018, alat peringatan tsunami di Provinsi Banten justru mengalami kerusakan. Akibatnya, tiga unit sirine peringatan dini tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS) tidak bisa difungsikan untuk sementara waktu.

Menurut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten M Juhriyadi, alat peringatan dini tsunami tidak berfungsi lantaran jaringan pengendalinya tersambar petir saat hujan dan angin kencang terjadi di Kota Serang, pada 13 November lalu.

“Jaringan TEWS yang berada di Pusdalops BPBD Banten tersambar petir pekan lalu, sistem alat peringatan dini langsung mati total,” kata Juhriyadi kepada wartawan, Rabu (27/11).

Akibat pusat kendali alat peringatan tsunami rusak, lanjut Juhriyadi, pihaknya gagal melakukan uji sirine pada 26 November kemarin. “Kan setiap tanggal 26, semua BPBD di 34 provinsi wajib melakukan uji sirine peringatan dini tsunami. Tapi karena alatnya rusak, kemarin kami tidak bisa melakukan uji sirine,” ungkapnya.

Ia menambahkan, BPBD Banten dan BMKG Serang telah melakukan pemeriksaan alat peringatan dini tsunami, hasilnya ada kerusakan jaringan akibat sambaran petir. “Kami langsung melaporkan hal ini ke BMKG pusat karena ini alat milik BMKG sehingga perbaikannya bukan kewenangan BPBD,” jelasnya.

Juhriyadi berharap, alat peringatan dini tsunami bisa segera diperbaiki sehingga awal Desember 2019 bisa kembali berfungsi. “Kalau alat pengendalinya tidak berfungsi, kami kesulitan memantau kondisi tiga unit sirine TEWS di Banten. Terlebih bencana tsunami Selat Sunda tahun lalu terjadi pada 22 Desember 2018,” paparnya.

Untuk memastikan tiga unit sirine peringatan dini tsunami berfungsi dengan baik, BPBD Banten segera berkoordinasi dengan BPBD Pandeglang dan Serang untuk mengecek langsung ke lapangan. “Uji sirine tidak bisa dilakukan, jadi harus dicek secara langsung kondisi alatnya,” ungkap Juhriyadi.

Terpisah, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Klas 1 Tangerang Suwardi membenarkan pihaknya telah melaporkan kerusakan alat peringatan tsunami di BPBD Banten. “Sudah dilaporkan ke BMKG pusat, saat ini sedang dicarikan suku cadangnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan segera meninjau langsung kondisi alat pengendali yang ada di BPBD Banten. “Saat ini kami belum melihat langsung, secepatnya kami akan meninjau ke Serang,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Banten, tiga unit sirine peringatan dini tsunami di Banten tersebar di Kecamatan Panimbang dan Labuan, Kabupaten Pandeglang, serta di Pasauran, Kabupaten Serang. (den/air/ira)