Jelang Pilkada Tangsel: Gerindra, PKS Mulai Bergerliya

0
134

TANGERANG – Musim penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Tangsel telah tiba. Setelah PDI Perjuangan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), segera menyusul Partai Gerindra. Kira-kira awal Oktober. Itu dikatakan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Tangsel Yudi Budi Wibowo, Minggu (22/9). “Saat ini, kita sedang sibuk merampungkan persiapan kepanitiannya,” katanya.

Ia menambahkan persiapan sudah mulai dilakukan. Terutama menyiapkan kader untuk masuk dalam desk Pilkada. “Arahan dari pusat, kita membuka penjaringan. Nah, sekarang tengah dibuat pembentukannya. Untuk ketua desk pilkada rencananya akan ditunjuk Ahmad Syauqi,” ucap anggota legislatif Provinsi Banten ini.

Yudi menyatakan dari hasil survei, ada beberapa nama yang mencuat. Salah satunya Mpok Nur (Nur Asia Uno, istri Sandiga Uno-red). Namun meski demikian, para bakal kandidat tersebut harus melewati mekanisme penjaringan. “Nama-nama yang muncul dari survei kami, wajib ikut penjaringan,” jelasnya. 

Disinggung mengenai koalisi, Yudi mengatakan masih jauh. Saat ini, Gerindra Tangsel masih berkonsentrasi untuk penjaringan dahulu. “Pembicaraan koalisi belum. Waktunya juga masih panjang,” tukasnya.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mengeluarkan dua nama kadernya untuk bertarung di Pilkada mendatang. Mereka adalah Siti Chadijah dan Ruhamaben. Keputusan tersebut diambil PKS setelah melalui pemilihan raya internal (Pemira) pada Minggu (25/8) lalu. 

Ketua DPD PKS Kota Tangsel Agus Winarjo menyatakan untuk Ruhamaben dan Siti Chadijah nasibnya akan ditentukan hasil survei dan keputusan pimpinan pusat. “Dua pekan ini, kami tengah melakukan survei. Kita akan lihat seberapa populer dan elektabilitas dua kader tersebut. Kemungkinan hasil akan dibeberkan bulan November,” ucapnya.

Agus menambahkan terget PKS Tangsel adalah mengambil sikap untuk mengusung, lantaran ada modal delapan kursi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan kajian, tokoh yang pantas untuk diusung. “Kami Pilkada mendatang akan bertarung mengusung calon sendiri, tidak mendukung. Itu hasil keputusan DPD dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Makanya, kita akan memaksimalkannya, soalnya masih butuh dua kursi lagi,” tukasnya. (you/asp)