Jelang PON 2016, Pelatda Karate Dibagi Dua Zona

Karate Banten
Karateka Banten menjalani pelatda PON di GOR Baladika Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Selasa (5/1/2016). (Foto: Andre AP)

SERANG – Pemusatan pelatihan daerah (pelatda) cabang olahraga (cabor) karate jelang menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 sementara waktu dilakoni di dua tempat atau zona. Ini lantaran karateka yang lolos PON berdomisili di Serang dan Tangerang.

Manajer Karate Banten Joe Manaloe mengatakan, sepuluh karateka yang lolos PON di antaranya tiga karateka berdomisili di Serang dan tujuh karateka berdomisili di Tangerang. “Pelatda kami bagi dua zona, yakni Zona Serang dan Zona Tangerang. Mengikuti domisili karateka. Tujuannya untuk memaksimalkan waktu,” kata Joe di sela memantau latihan atlet Pelatda di GOR Baladika Grup I Kopassus, kemarin sore.

Joe menambahkan, meski berada di dua zona pengurus Forki Banten terus memonitor jalannya pelatda, baik di Serang maupun Tangerang. “Setiap hari pasti ada pengurus yang keliling untuk monitoring. Selain itu sepekan sekali kami menggelar latihan gabungan. Bisa di Tangerang atau di Serang,” imbuhnya.

Rencananya, Pengprov Forki Banten akan melangsungkan sentralisasi pada Maret 2016. “Untuk tempatnya, belum kami tetapkan. Bisa di Serang atau di Tangerang. Tergantung keputusan rapat anggota nanti,” ujarnya.

Untuk mematangkan kesiapan atlet jelang menghadapi PON, pihaknya telah merancang strategi sedemikian rupa agar kualitas karateka semakin matang. “Salah satunya tryout. Tujuan tryout bukan hanya untuk mengukur atau mengevaluasi kualitas karateka, tetapi lebih pada pematangan mental bertanding. Kami akan melawat ke daerah yang kekuatan karatekanya di atas karateka Banten,” tegas Joe.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Forki Banten Maruli Girsang menyatakan, fokus pelatda saat ini adalah mengembalikan stamina atlet. “Tim pelatih punya program. Mereka pastinya lebih ingin atletnya bagus. Kami tidak mencampuri ranah tim pelatih. Biarkan saja mereka yang mengatur program latihan. Makanya, sekarang tidak masalah pelatda dilangsungkan di dua tempat, toh masih tahap pemulihan stamina atau fisik,” ucapnya.

Memasuki program peningkatan teknik dan taktik, sentralisasi akan diberlakukan. “Rencana kami Maret nanti akan digelar sentralisasi. Itu pun masih menunggu arahan dari tim pelatih,” tutupnya. (RB/dre/air/dwi)