SERANG – Diduga akibat kelelahan, Direktur RSUD Banten dr Hendrarto jatuh pingsan sebelum melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) alias nota kesepahaman terkait dana hibah 2015 Pemprov Banten. Agendanya, Hendrarto, hari ini bertemu dengan pihak inspektorat dan Plt Gubernur Banten Rano Karno terkait dana hibah untuk RSUD Banten.

Namun sebelum pertemuan, Hendrarto pingsan usai menggelar rapat direksi rumah sakit dengan inspektorat. Rapat itu terkait pencairan dan mekanisme prosedural penggunaan dana hibah. “Beliau kelelahan. Soalnya kan tiap hari beliau praktik di sini bolak-balik ke Tangerang,” jelas Kepala Bagian Umum Sri Mulyati kepada radarbanten.com, melalui sambungan
telpon, Kamis (5/2/2015).

Sri menjelaskan bahwa kondisi fisik pimpinannya itu mengalami penurunan karena kelelahan. Kabar yang diterima radarbanten.com, Hendrarto pingsan karena serangan jantung. Namun kabar itu belum bisa dipastikan oleh Sri. “Saya kurang tahu kalau beliau ada riwayat penyakit jantung. Karena beliau kan juga baru di sini,” terang Sri.

Hendrarto dilarikan ke rumah sakit Eka Hospital di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang. “Di sana beliau bisa dekat dengan keluarga. Kebetulan istri beliau juga kan dokter spesialis kulit di sana,” imbuh Sri.(Wahyudin)