Jembatan Ciracas Habiskan Rp10,8 Miliar

SERANG – Proyek pembangunan Jembatan Karundang/Ciawi II diproyeksikan untuk mengurai kemacetan di jalur Lingkar Selatan Kota Serang. Jembatan yang lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Ciracas itu menelan anggaran Rp10,8 miliar yang bersumber dari APBN.      

Sempat terkendala pembebasan lahan, saat ini telah memasuki tahap konstruksi fondasi jembatan. Kemarin (17/10), sejumlah pekerja merakit besi pancang fondasi pada dua sisi jembatan.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, tahap konstruksi semestinya mulai dilakukan sejak Agustus lalu, namun  baru mulai dilaksanakan September. “Sampai sekarang juga masih ada lahan yang belum bebas,” kata petugas lapangan yang tidak menyebutkan namanya saat Radar Banten ke lokasi, Kamis (17/10).

Petugas yang megenakan rompi oranye dan helm kuning ini lantas melanjutkan pekerjaannya. Ia memberikan aba-aba rekannya yang sedang mengukur sepuluh galian fondasi. Di lokasi juga tampak mobile backhoe sedang meratakan tanah.

Di area proyek juga terpampang plang yang menunjukkan proyek menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Banten, Pejabat Pembuat Komitmen 2 Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Banten.

Plang tersebut tertulis keterangan nama paket pembangunan duplikasi Jembatan Karundang/Ciawi II dengan sumber anggaran dari APBN 2019 sebesar Rp10,3 miliar. Waktu pelaksanaan 138 hari kalender dengan nama kontraktor PT Tri Manunggal Karya dan konsultan PT Parama Karya Mandiri.

Petugas Lapangan Satker PJN 1, Pejabat Pembuat Komitmen 2, Heri Sutana membenarkannya. Kata dia sejak September dilaksanakan, progres pembangunan sudah 32 persen. “Sudah 32 persen, kita optimistis sampai Desember selesai karena ini sudah kelihatan,” katanya saat dihubungi Radar Banten secara terpisah.

Meski agak mundur pelaksanaan konstruksi, Heri mengatakan, jembatan yang sudah mulai dilakukan konstruksi manual untuk pembuatan fondasi akan selesai pada Desember. Terlebih, rangka jembatannya sudah jadi dari pabrikan. “Kita pakai pabrikasi. Jembatannya dibuat di pabrik jadi begitu fondasi selesai bisa langsung dipasang,” katanya.

Oleh karena itu, ucap Heri, pekerjaan di lapangan hanya membuat fondasinya saja. Adapun jembatannya tinggal dilakukan pemasangan seiring selesainya fondasi.

Jembatan memiliki panjang 40 meter dengan lebar 10 meter. Lalu, tambahan empat meter untuk bahu jalan dan saluran. “Total biayanya Rp10 miliar sekian,” kata Heri.

Kata Heri, meski jembatan baru selesai, jembatan yang lama tidak akan dibuang. “Rencana itu kan dupilikasi, ke depannya ada dua jembatan yang lama dan baru. Jadi ada dua arus dan itu memang untuk antisipasi pelebaran jalan karena di situ ke arah Kebonjahe sering macet,” katanya.

Heri tidak mengelak masih ada beberapa lahan yang masih belum selesai dibebaskan. Namun, hal itu bukan menjadi kewenangan Satker. “Untuk lahan teman-teman dari provinsi, kita konsen di konstruksinya,” ujarnya. (ken/alt/ags)