Suasana jembatan gantung sungai Ciujung, Kabupaten Serang.

SERANG – Berwisata tak perlu mahal-mahal. Mengunjungi destinasi wisata baru dan yang dekat-dekat bisa menjadi jadwal berlibur di akhir pekan. Apalagi, bagi pengunjung yang memang berasal dari Kabupaten Serang. Agrowisata Jembatan Sungai Ciujung sangat cocok menjadi pilihan destinasi murah meriah nyaris gratis.

 

Sekadar menghilangkan penat, habis bekerja. Meluangkan waktu bersama kawan dan berfoto di Jembatan gantung penghubung antara Kecamatan Lebak Wangi dan Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Kemudian berfoto di atas jembatan cinta, anda sah mengoleksi foto terindah di akhir pekan.

 

Anda cukup berkunjung ke Kampung Astana Agung, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Agrowisata ini menawarkan fasilitas yang ramah di kantong. Jembatan cinta salah satunya, yang melingkar membentuk hati berwarna merah, terbuat dari bambu.

 

Pengunjung atau katakanlah wisatawan bisa swafoto di berbagai spot. Berlatar belakang sungai dan jembatan gantung sangat cocok untuk mereka-mereka yang hobi berfoto dan mengunggahnya di instagram. Apalagi, didukung resolusi kamera yang high devinition (HD), tentu akan tampak instragamable.

 

Ditambah suasana alam yang sejuk. Hamparan sungai, langit biru, dan rerimbunan pepohonan juga masih asri membuat pengunjung betah berlama-lama. Sambil melihat terbenamnya matahari, tentusaja ada angle berbeda jika melewati momen berlibur di agrowisata hasil inisiatif para pemuda Kampung Astana Agung, Desa Walikukun ini.

 

Adalah Nanang Afifi, Ketua Karang Taruna Kampung Astana Agung, Desa Walikukun, Kecamatan carenang, Kabupaten Serang sebagai inisiator dibuatnya agrowisata di jembatan gantung Sungai Ciujung. Ia bersama para pemuda Kampung Astana Agung berembuk dan bekerjasama membuat kampungnya lebih dikenal luas lagi.

 

Dibuatnya jembatan gantung oleh salah satu televisi swasta tahun lalu ini, jelinya melihat potensi ke depan, mereka kemudian membuat agrowisata di pinggiran sungai. “Kami memakai iuran pemuda dan dana kelurahan untuk membangun agrowisata yang masih sederhana ini, untuk dana sementara. Untuk membesarkan wisata ini, kami tetap upayakan membuat fasilitas lain, dengan segala keterbatasannya,” kata Nanang, saat berbincang-bincang bersama Radar Banten Online, kemarin.

 

Ia bersama pemuda di kampungnya, berupaya membuat fasilitas lain selain jembatan cinta yang digagasnya. “Kami juga melakukan study banding di Cikolelet, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang. Kami terapkan disini (Desa Walikukun-red).”

 

Dulu, para pemuda di Desa Walikukun sangat terbatas melakukan kegiatannya. Paska dibangnunnya agrowisata, kata Nanang, pemuda-pemuda semakin kompak membangun desanya sendiri ke arah yang lebih positif. “Kami masih meminta proses perizinan untuk membuat agrowisata lebih luas lagi. Kami harap, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bisa main ke tempat kami,” inginnya.

 

Agrowisata jembatan gantung Sungai Ciujung, diapresiasi oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Tahyudin.  “Baguslah dalam rangka menambah destinasi wisata. Paling tidak untuk hiburan mereka. Pada prisnsipnya ada masayarakat yang kreatif inovatif, supaya desanya lebih enak dipandang. Saya pikir harus dilanjutkan, jangan dipake hal yang tidak baik saja,” kata dia melalui sambungan telepon, Minggu (28/1).

 

Terkait dukungan agrowisata yang dibuat para pemuda Walikukun, pihaknya harus melihat dulu kondisi secara fisiknya. Terlebih dukungan berupa anggaran, Disporapar harus mengkaji dan selektif melihat kepemilikan destinasi baru tersebut.

 

“Ini mesti dilihat dulu, itu pastinya punya siapa. Kalau pemerintah mau action harus jelas dulu tempat punya siapa. Lalu harus bagaimana mereka mesti selektif mengembangkan sesuatu itu, kalau itu sifatnya satu lingkungan saja dan sifatnya kecil lebih bagus dikembangkan untuk masayarakat sekitar,” tuturnya.

 

“Ya, kalau bekunjung suatu saat kami pasti lihat. Kami apresiasi itu kan bisa dijadikan taman untuk mereka tempat rekreasi. Dan di kampung-kampung juga kurang ada orang yang membuat seperti itu (agrowisata-red),” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).