Jembatan Gantung Indiana Jones Ambruk

0
1588

RANGKASBITUNG – Jembatan gantung ‘Indiana Jones’ yang menghubungkan Kampung Cikiray, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, dan Kampung Ciwaru, Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, ambruk pada Selasa (8/12) sekira pukul 12.30 WIB.

Akibat bencana tersebut, masyarakat didua wilayah terpaksa harus berputar beberapa kilometer menggunakan jalan alternatif.

Atikah, warga Ciwaru, Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, mengaku, setiap hari menggunakan jembatan gantung tersebut untuk berjualan ke wilayah Pasirtanjung.

Namun, kini tidak bisa berjualan lagi ke daerah tersebut, karena sejak Selasa (8/12) siang jembatan yang dibangun pada 2012 lalu ini ambruk.

Atikah mengatakan, hanya bisa berjualan makanan dan pecel di wilayah Ciwaru dan Sangiangtanjung, karena jika harus berputar ke kejauhan melalui Kampung Rancagarut.

“Kejadiannya pada Selasa siang. Beruntung, saat kejadian tidak ada warga yang melintas di atas jembatan gantung itu,” kata Atikah kepada Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, masyarakat Ciwaru berharap, Pemerintah Daerah cepat membangun kembali jembatan gantung yang menghubungkan dua wilayah kecamatan itu. Tujuannya, agar aktivitas masyarakat di dua kecamatan tidak tergganggu.

“Harapannya cepat diperbaiki lagi, sehingga saya bisa berjualan ke Cikiray dan kampung lain di Desa Pasirtanjung,” harapnya.

Mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Mutria membenarkan, jembatan gantung ‘Indiana Jones’ yang menghubungkan Kampung Ciwaru dan Cikiray putus akibat banjir.

Kata dia, akibat bencana tersebut masyarakat tidak bisa menjangkau kampung Ciwaru, karena itu jika ada warga yang akan pergi ke Ciwaru maka harus berputar beberapa kilometer.

“Kondisi jembatan masih baik. Tapi, pondasi jembatan yang tergerus longsor, sehingga badan jembatan ambruk ke sungai,” jelasnya.

Untuk itu, Mutria meminta kepada Pemerintah Daerah untuk segera menangani jembatan yang dikenal dengan sebutan Indiana Jones tersebut. Apalagi, jembatan tersebut banyak dilalui masyarakat dari kedua wilayah.

“Aktivitas masyarakat jelas terganggu dengan terputusnya jembatan gantung ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Irvan Suyatupika mengaku, telah menerima laporan dan meninjau jembatan gantung ‘Indiana Jones’ yang ambruk.

“Memang jembatan yang memiliki bentang 90 meter dan lebar 1,2 meter tersebut dibangun pada 2012. Ketika itu saya masih di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak. Jembatan ini kemudian dibangun dengan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Krakatau Steel (KS),” katanya. (tur/zis)