Jembatan Kayu Putus, Satu Kampung di Panimbang Terancam Terisolasi

Jembatan Putus
Sejumlah anak sekolah dibantu melintas di jembatan kayu yang terputus, kemarin. (Foto: Herman)

PANIMBANG – Jembatan kayu yang membentang di atas Sungai Corodok, Desa Gombong, Kecamatan Panimbang, sudah seminggu ini terputus. Akibatnya, aktivitas 60 kepala keluarga (KK) di wilayah itu pun terganggu. Mereka yang akan bepergian keluar daerah tersebut seperti ke pasar, ke kantor kecamatan dan lainnya terpaksa harus turun menyeberangi sungai. Begitu juga dengan warga Panimbang yang akan masuk ke wilayah tersebut.

Cukup masuk akal, ambruknya sarana penghubung itu. Sebab, sejak dibangun warga tahun 1990 hingga kini belum pernah ada perhatian dari pemerintah.

“Jelas Pak, kalau jembatan ini tidak segera diperbaiki, warga di sini (Desa Gombong-red) pasti terisolir (tidak bisa ke mana-mana-red). Apalagi jika, kondisi air itu naik,” kata Warum, tokoh masyarakat Desa Gombong, Kecamatan Panimbang, Selasa (2/8).

Ia mengatakan, keluar wilayah dengan menyeberangi sungai merupakan tindakan berisiko. Sebab, musibah banjir tidak bisa diprediksi. “Risikonya tinggi, kalau tidak dibantu, anak-anak bisa hanyut,” kata Warum.

Namun, menurutnya, aktivitas warga seminggu ini masih bisa tertangani. Sebab, di sekitar jembatan yang ambruk itu ada beberapa warga secara swadaya bertugas membantu warga yang akan menyeberang. “Kami berharap Pemkab segera melakukan perbaikan jembatan tersebut. Jika tidak diperbaiki, akan menghambat perekonomian warga. Jangankan membawa hasil bumi, untuk bisa melintas menuju Pasar Panimbang saja sangat sulit,” katanya.

Kaur Pembangunan Desa Gombong Anwar Sanusi mengatakan, sebelum terputus, jembatan kayu itu pernah diperbaiki warga secara swadaya. Waktunya, sekira satu tahun lalu. “Kami sudah tiga kali mengusulkan agar jembatan itu dibangun permanen ke Pemkab Pandeglang, tetapi tidak pernah direspons,” katanya.

Padahal, lanjut Sanusi, potensi pertanian sangat bagus. Sekira seribu hektare lahan pertanian, seluruhnya subur. Semua tanaman sayuran seperti cabai, tomat, kol, dan terung tumbuh di sini. “Namun sayang karena warga kesulitan mobilisasi, harga sayuran itu dibeli dengan harga murah,” terangnya.

Ditemui terpisah, Camat Panimbang Agus Amin Mursalim berjanji, tahun ini dirinya akan mengajukan pembangunan jembatan kayu tersebut secara permanen kepada Pemkab. “Nanti kita coba akan prioritaskan usulannya. Mudah-mudahan dapat direalisasi pembangunannya pada tahun mendatang,” katanya. (Herman/Radar Banten)