Jika Guru Dikriminalisasi, Pemkab Serang Beri Bantuan Hukum

Bupati Ratu Tatu Chasanah meresmikan gedung PGRI Kecamatan Jawilan, Jumat (26/8).

JAWILAN – Para guru yang mengajar di sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat tidak perlu khawatir jika mendisiplikan siswa saat jam belajar kemudian dikriminalisasi orangtua siswa. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sudah menyiapkan bantuan hukum untuk para guru. Bahkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengecam jika ada orangtua siswa yang langsung melaporkan guru kepada penegak hukum, tanpa komunikasi dengan pihak sekolah.

Tatu mengatakan, Pemkab Serang menjamin guru di sekolah mendapat bantuan hukum. Maka dari itu kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dilakukan sebagaimana mestinya. “Jika ada kriminalisasi pada guru karena mendisiplinkan siswa, Pemkab Serang pasti mem-back up (memberikan bantuan hukum-red),” ujar Tatu Kepada Radar Banten seusai meresmikan gedung PGRI Kecamatan Jawilan, Jumat (26/8).

Dalam peresmian yang berlangsung di gedung PGRI Cabang Kecamatan Jawilan, tepat di Jalan Rangkas-Cikande itu, Tatu menyumbangkan uang pribadinya Rp10 juta untuk kebutuhan PGRI Cabang Jawilan. Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Ahmad Saepudin, Sekjen PB PGRI Kudrat Nugraha, dan ratusan para guru.

Kata Tatu, peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui disiplin ilmu sangat dibutuhkan. Sehingga, segala upaya yang dilakukan guru dalam mendisiplikan siswa saat jam belajar harus didukung semua kalangan. “Pendidikan itu luas tidak hanya soal cara membaca, tetapi juga disiplin. Siswa boleh dekat dengan guru, tetapi tetap harus menjaga etika,” katanya.

Maka dari itu, Tatu menilai, orangtua siswa salah, jika sampai melakukan penganiayaan terhadap guru hanya gara-gara upaya mendisiplinkan siswa. Tatu pun tetap bersikukuh agar upaya mendisiplinkan siswa terus dilakukan. Sepanjang itu tidak di luar batas dan saat jam belajar. “Saya mengecam orangtua siswa yang sampai menganiaya guru,” katanya.

Tatu berpesan, semua guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Serang tetap kompak. Selain itu, juga tidak perlu merasa khawatir jika mendisplinkan siswa mendapat respons negatif dari orangtua siswa. “Didik anak anak dengan baik. Mendisiplinkan juga karena bentuk kasih sayang pada siswa,” katanya.

Sekjen PB PGRI Kudrat Nugraha menegaskan, pihaknya melindungi seluruh guru termasuk di Kabupaten Serang dari jeratan hukum yang diakibatkan hanya persoalan mendisiplinkan siswa. Kudrat mengakui, saat ini banyak guru yang merasa khawatir dan takut dipersoalkan saat berupaya mendisiplinkan siswa. “Guru itu orangtua siswa saat di sekolah, jangan sampai dikriminalisasi hanya persoalan kecil,” pintanya. (Irfan M/Radar Banten)