Jika Tak Ingin Dipenjara, Sulhi Minta Penerima Bansos Tertib Administrasi

0
487 views
Wakil Walikota Serang Sulhi.

SERANG – Wakil Walikota Serang Sulhi mengimbau agar para penerima dana bantuan sosial (bansos) dan hibah di Kota Serang agar tertib administrasi. Sebab jika hal tersebut tidak diindahkan, maka bansos dan hibah ini akan mengakibatkan persoalan baru.

“Jadi saya minta pada penerima hibah dan bansos agar memperhatikan dan selalu ada bukti administrasinya. Karena hal itu lah yang sering jadi masalah ketika mengelola dana bansos. Jangan sampai karena menerima bantuan ini, kita masuk penjara karena salah mengelola anggarannya. Untuk itu, semua harus paham dan disiplin administrasi. Sehingga saat laporan, anggarannya jelas diperuntukannya,” ujarnya di aula PKPRI, Pasar Rau, Kota Serang, Senin (27/2).

Menurut Sulhi, anggaran bansos dan hibah ini digunakan dalam rangka meningkatkan pembangunan di Kota Serang. Jadi bantuan ini harus tepat sasaran. Hibah dan bantuan ini di bawah Kesra. “Dan berharap dana bantuan ini tidak tumpang tindih. Jadi koordinasikan dengan pihak terkait. Jangan sampai yang sudah dapat tapi dapat lagi. Jadi bansos dan hibah ini harus merata dibagikan pada masyarakat Kota Serang yang membutuhkan. Mudah mudahan masyarakat juga memahami penggunaan dan pengelolaannya agar lebih tertib,” katanya.

Asda II Pemkot Serang Poppy Nopriadi menegaskan, agar para penerima bansos dan hibah serius membuat laporan pertanggungjawabannya. Sebab menghindari ada mal administrasi. Supaya tidak ada gugatan. “Maka dana bansos ini harus kami sampaikan pada penerima bansos. Kami hanya memfasilitasi saja, penyalurannya harus jelas. Untuk itu pada penerima bansos harus jelas penggunaannya dan mengelolanya dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Pemkot Serang Imam Rana mengatakan, dana hibah yang ada di Kesra sekitar Rp13 miliar, dana itu untuk lembaga dan sarana prasarana peribadatan. Total pengajuan hibah yang masuk ke Kesra ada sekitar 80 pengajuan, baik dari lembaga dan tempat peribadatannya langsung. “Kalau sekarang yang hadir ada sekitar 71 lembaga dan organisasi masyarakat. Misalnya yang mengajukan bantuan untuk perbaikan atau renovasi masjid, mushola. Kami harap bantuan yang kami alokasikan untuk sarana dan prasarana peribadatan ini. Para penerimanya mampu memahami membuat laporan dengan jelas,” ungkapnya. (Ade F)