Jika Terjangkit Hama, Beras Impor asal Vietnam akan Difumigasi Ulang

CILEGON – Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon memastikan ribuan ton beras impor asal Vietnam yang sedang dilakukan bongkar muatan di Pelabuhan Indah Kiat, Kecamatan Pulomerak itu bebas dari hama.

Petugas BKP Kelas II Cilegon juga turun ke lokasi berlabuhnya kapal VINH HUNG yang mengangkut beras sebanyak 6.000 ton tersebut. Sebelumnya, kapal ini sempat tertahan selama tiga hari sejak Minggu (11/2) di Perairan Merak lantaran dokumennya belum lengkap.

Sebelum diangkut ke truk untuk dibawa ke gudang Bulog di wilayah Cikande, 120 ribu karung beras itu secara bertahap dilakukan pengecekan fisik oleh petugas BKP Kelas II Cilegon untuk mewaspadai masuknya hama yang terbawa dari negara asal.

“Sebetulnya beras impor ini sudah difumigasi oleh karantina negara asal. Tetapi untuk mengantisipasi masih adanya hama yang terbawa, kami kembali melakukan pengecekan,” ujar Koordinator Fungsional Karantina Tumbuhan pada BKP Kelas II Cilegon Rahmat Kurnia saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (15/2).

Rahmat menjelaskan meskipun sebagian sudah dibawa menuju ke Cikande karena telah dinyatakan bebas dari hama, namun tidak menutup kemungkinan ratusan karung di antaranya ada yang terserang hama itu. Pihaknya masih akan terus melakukan pengecekan fisik.

“Yang sudah kelihatan secara fisik bagus, kita izinkan dibongkar. Tapi ini kan belum semua, nanti kalau ada (hama), akan kami stop dan muatannya kami bawa ke tengah untuk difumigasi ulang,” katanya.

Sebelumnya sempat diberitakan, Kasi Operasional Pelayanan Publik Sub Divre Tangerang Heru Stadyanto mengatakan proses bongkar muat ribuan ton beras itu ditarget akan rampung sebelum satu pekan sejak dimulainya bongkar muat pada Rabu 14 Februari kemarin. “Kalau kita estimasi selama lima hari,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)

BAGIKAN