Jikustik Akhirnya Konser dengan Formasi Awal di Jogja

Dari kiri: Icha, Dadi, Pongki, Carlo, dan Adhit siap tampil di Jogjakarta pada 29 Maret mendatang. Foto: Jawa Pos

JAKARTA – Setelah 10 tahun sejak 2009, formasi awal Jikustik akhirnya tampil bersama. Sebuah momen bersejarah. Pongki (vokal & gitar), Icha (bas & vokal), Dadi (gitar & vokal), Adhit (keyboard), serta Carlo (drum) akan tampil dalam konser Jikustik Reunian di Grand Pacific Hall, Jogjakarta, pada 29 Maret.

Rencana konser itu tentu menjadi kabar baik bagi Jikustikan, sebutan penggemar Jikustik. Terutama yang mengikuti perjalanan karir band pop romantis asal Jogjakarta tersebut sejak 1996. Sederet lagu hit mereka tidak lekang oleh waktu. Di antaranya, Maaf, Setia, Puisi, dan Seribu Tahun Lamanya.

Berbagai kabar mewarnai kisah band tersebut. Mulai Pongki yang vakum, lalu keluar, hingga Icha yang juga ikut keluar. Komunikasi mereka mandek. Sampai akhirnya, momen bersejarah itu ditandai pekan lalu, Selasa (5/2), tepatnya di kantor Rajawali Indonesia, promotor konser, di Jogjakarta.

Apa yang membuat mereka akhirnya mau kembali sepanggung? Mendapat pertanyaan tersebut, Pongki mengakui masih sulit merumuskan jawabannya. Sejak lama, banyak yang menawari Jikustik untuk reuni. Namun, konsepnya setengah-setengah.

’’Jujur, selama ini saya nggak mau. Berat banget main sama mereka lagi,’’ tutur Pongki dalam sesi konferensi pers di Hard Rock Cafe, Pacific Place, Jakarta, Selasa (12/2). ’’Saya awalnya vakum pada 2009. Sampai 2011, saya tidak diapa-apain (direspons, Red). Akhirnya, saya kirim e-mail bilang keluar, tidak ketemu. Sejak itu, nggak ada komunikasi,’’ lanjutnya.

Hingga datang tawaran dari CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi. Anas melakukan pendekatan sejak tiga tahun lalu terhadap Pongki, Icha, dan personel Jikustik saat ini. Anas mengajukan konsep rekonsiliasi. ’’Keyword-nya pas. Saya jadi berpikir apa memang perlu ya saya melakukan rekonsiliasi,’’ ujar Pongki.

Setelah satu dekade berpisah, pada 5 Februari itu kelimanya berkumpul di tempat yang sama. Saling memeluk dan bertanya, ’’Apa kabar? Anakmu gimana?’’ Suasana pun mencair. Setidaknya untuk langkah awal. Meski mungkin masih ada banyak hal yang mengganjal, mereka berkomitmen menjadikan konser Jikustik Reunian 29 Maret sebagai momen istimewa.

’’Saya nggak mau sampai mati masih musuhan sama temen-temen saya,’’ ucap Icha. Terasa sentimental. Konferensi pers tersebut adalah momen pertama kebersamaan mereka berlima di depan publik. Banyak pengakuan, klarifikasi, dan ungkapan jujur dari setiap personel yang diselingi candaan khas Jogja sehingga suasana lumayan gayeng.

Adhit, salah seorang personel Jikustik, menuturkan, sampai saat ini Jikustik berjalan dengan vokalis Brian. ’’Saya merasa sudah cukup lama tidak main musik dengan Pongki dan Icha. Saya kangen dengan mereka di atas panggung. Di belakang panggung sih, ada juga yang menyebalkan,’’ katanya, lalu disambut tawa audiens.

Mereka mengungkapkan, dulu sering terjadi pertengkaran, bahkan tidak saling tegur selama manggung. Namun, mereka tetap profesional di depan penonton. Terungkap pula, setelah Pongki dan Icha, Dadi juga sempat keluar dari band.

Anas selaku promotor mengakui, menyatukan mereka bukan hal mudah. Setelah tiga tahun, hal tersebut baru tercapai. Mengapa Jogja yang dipilih? ’’Salah satunya karena Jikustik lahir di sana. Saya yakin setiap personel punya kerinduan dengan Jogja,’’ ungkapnya.

Anas menggarap konser Jikustik Reunian ini dengan treatment spesial. Dia menggandeng penyair Agus Noor sebagai show director. Agus ingin mengonsep konser itu bukan sekadar kenangan. ’’Ketika lihat mereka ketemu, saya bengong, sampai segitunya mereka kehilangan komunikasi,’’ terangnya.

Kondisi tersebut harus diterjemahkan ke panggung dan sampai ke penonton. ’’Candaan, pertengkaran, dan cerita-cerita yang selama ini tidak terekspos,’’ jelasnya.

Begitu kabar reunian itu mencuat, respons penggemar sangat antusias. Banyak yang terharu saking tidak percaya momen tersebut bakal terjadi. Teknis konser baru akan dibahas. Begitu juga jadwal latihan bareng.

Presale dibuka pada 18 Februari nanti melalui website yang ditentukan. Sehari setelahnya, tiket bisa dibeli di beberapa kanal ticket box lainnya. Tiket tersedia dalam empat kelas dengan harga mulai Rp150 ribu hingga Rp600 ribu. (jpg)