JKC Penuhi Tuntutan Warga, Segara Bangun Sound dan Concrete Barrier

0
304 views
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto (dua dari kanan) melakukan sidak di lokasi proyek tol Kunciran-Cengkareng, Selasa (15/10).

TANGERANG – Polemik pembangunan ruas Tol Kunciran-Cengkareng mulai menemukan titik temu, setelah sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Selasa (15/10) . Giliran Pemkot Tangerang memanggil PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) dan warga, Kamis (17/10).

Bahkan Wakil Walikota Tangerang Sachrudin menjadi penengah pertemuan antara warga RW 10 Cluster Gracia Banjar Wijaya dengan pihak PT JKC di ruang rapat Walikota. Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut dimulai sekira pukul 14.00 WIB hingga 15.30 WIB.

Sachrudin mengatakan, pertemuan antara warga dan JKC dilakukan untuk menanggapi keluhan masyarakat sekitar pembangunan tol Kunciran-Cengkareng tepatnya di sekitar Cluster Gracia, Banjar Wijaya. Kata dia, Direktur JKC sudah menjawab langsung keluhan warga soal kebisingan aktivitas pembangunan tol yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). “Nanti akan dipasang sound barrier dan concrete barrier,” katanya kepada awak media usai pertemuan.

Dia menjelaskan, sebelum pertemuan kemarin, Sachrudin mengakui banyak warga yang khawatir proyek pembangunan tol Kunciran-Cengkareng berpengaruh pada lingkungan. “Warga sebenarnya tidak banyak meminta, mereka hanya ingin tempat tinggalnya aman. Dan pihak JKC bisa mengurangi dampak debu, suara bising pengerjaan proyek maupun saat tol beroperasi,” jelas orang nomor dua di Kota Tangerang.

Sachrudin mengaku siap menjadi jaminan sound barrier dan concrete barrier bakal segera dibangun. “Bukan lagi jaminan tapi sudah kewajiban. Saya dan Pak Walikota (Arief R Wismansyah-red) selain sangat mendukung pembangunan tol, tapi tetap akan memperhatikan keluhan masyarakat,” pungkasnya.

Direktur JKC Agus mengatakan, pihaknya telah membuat kesepakatan dengan warga yang difasilitasi Wakil Walikota Tangerang. Ia juga berkomitmen akan menjalankan apa yang sudah menjadi kesepakatan. “Apa yang sudah disampaikan warga akan kami akomodir, setelah kami jelaskan di depan Pak Wakil warga percaya,” katanya.

Agus memastikan akan membangun sound barrier dan concrete barrier sesuai dengan tuntutan warga. Kata dia, sebetulnya untuk meredam kebisingan bisa saja dilakukan dengan penanaman pohon ditepi tol, namun lantaran jarak antara tol dan perumahan tidak jauh ia akan membangun sound barrier dan concrete barrier yang ditarget sebelum tol beroperasi.

Sementara itu, RW 10 Cluster Gracia, Banjar Wijaya, Danny Momer mengatakan, hal yang selama ini menjadi aspirasi warga akan segera diwujudkan pasca pertemuan ini. Ia mengaku akan segera menyampaikan kepada warganya. “Dari pertemuan tadi sudah diputuskan sound barrier dan concrete barrier akan dibangun, pimpinan JKC dan Wakil Walikota menjamin itu semua sebelum tol beroperasi,” ungkapnya. (one/adm)