JNE Optimistis Pertumbuhan Bisnis Capai 20 Persen

JAKARTA- JNE memastikan pelayanan pengiriman barang selama Ramadan dan Idul Fitri akan tetap optimal, meskipun dilakukan selama pembatasan sosial seiring pandemi Covid-19. Ramadan menjadi salah satu peak seasson jasa pengiriman, JNE optimistis pertumbuhan bisnis bisa mencapai 20 persen meski capaian itu dinilai lebih rendah dibandingkan capaian pada Ramadan sebelumnya sebesar 30 persen.

Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi menjelaskan bahwa di era disrupsi pandemi Covid-19, terjadi perubahan cara berbelanja masyarakat dari sistem offline menjadi online menggunakan perangkat komunikasi yang dimiliki. Karena itu, JNE sebagai perusahaan pengiriman ekspres ternama siap memberikan layanan yang optimal.

“Begitu pun untuk aspek keamanan, kami punya protokol untuk memastikan karyawan selalu diukur suhu tubuh, menggunakan masker dan cairan pembersih tangan serta mengkonsumsi multivitamin. Demikian juga kalau customer datang ke counter akan menjalani prosedur yang sama. Untuk barang kiriman, selalu kita semprot dengan cairan disinfektan untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19,” ujar Feriadi dikutip dari siaran pers.

JNE juga tetap melayani pengiriman barang ke seluruh wilayah di Indonesia meski saat ini terjadi pengurangan jumlah penerbangan. Selain itu, bisnis jasa pengiriman barang juga menjadi salah satu bidang usaha yang dikecualikan dari pembatasan sosial atas rekomendasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Kami memiliki layanan pengiriman barang melalui darat menggunakan truk yang menjangkau seluruh Jawa dan Bali serta sebagian Sumatra, untuk mengimbangi layanan pengiriman melalui jasa penerbangan,” ungkap Feriadi.

Bagi masyarakat yang tidak bisa melakukan ritual mudik menyambut hari raya, JNE pun memberikan layanan Pesona atau Pesanan Oleh-oleh Nusantara hasil kerja sama dengan 2000 usaha kecil kuliner di berbagai daerah dengan lebih dari 6000 varian makanan. Dengan layanan ini, pelanggan bisa mengirimkan oleh-oleh bagi kerabatnya di mana saja, tanpa harus melakukan mudik ke kampung halaman.

Saat ini JNE memiliki mitra kerja sama outlet sebanyak 6000 badan usaha yang tersebar di 7000 titik. Pihaknya masih membuka peluang kerja sama outlet dengan masyarakat yang ingin mengembangkan usaha. Mitra hanya perlu menyiapkan badan hukum, lokasi serta deposit sementara JNE akan melakukan pelatihan SDM. “Silakan hubungi bagian retail JNE, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” kata Feriadi. (aas)