Joel Irsan Harahap, Bos Koperasi yang Menghilang Ditemukan Dalam Kondisi Linglung

0
151
lalu, Joel Irsan Harahap (34) berkumpul bersama keluarganya.

Menghilang sejak Jumat (29/9) lalu, Joel Irsan Harahap (34), bos koperasi asal Tangsel ini akhirnya ditemukan, Selasa (3/10). Warga Kelurahan Ciater, Serpong, Kota Tangsel, ini ditemukan warga dalam keadaan linglung di Pasar Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Uang dan telepon selulernya ikut menghilang.

Tubuh Nana Suprianto (25) gemetaran. Kedua tangan dan bahu pengojek online ini dipegang erat oleh lima orang yang mengelilinginya. Perawakannya yang ceking tak bisa berbuat apa-apa. Lututnya bersimpuh. Keringat sebesar biji jagung mengalir deras dari dahinya. Rona wajahnya memerah menahan takut. Takut dikeroyok.

Niatnya membantu Joel Irsan Harahap pulang ke rumahnya ternyata dibalas sebaliknya. Bukan jamuan, melainkan interogasi tanpa jeda. Sebelum dipersekusi, sepeda motor Nana dikejar kerabat Joel sejauh satu kilometer hingga akhirnya distop di Pasar Jajan BSD. ”Benar kamu yang nyulik abang saya, ngaku saja,” hardik Nurman Harahap, adik kedua Joel sambil menahan kaki Nana yang jongkok hingga turun ke lantai.

Sambil meringis menahan nyeri, Nana menjawab. ”Bukan bang, Saya cuma mengantarkan aja,” ujarnya lirih. Di sudut ruangan lain, kerabat Joel memotret KTP-el miliknya.

Nana menuturkan, Joel sengaja mendatanginya saat lajang ini tengah menunggu penumpang di Stasiun Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Joel mengaku, ia tak bisa mengakses order karena tak punya smartphone. ”Karena saya iba, saya bantu lewat jarak order. Bapak (Joel-red) ngakunya ada uang Rp15 ribu. Meski lewat order GPS ternyata harganya Rp40 ribu. Ya, saya bawa saja,” katanya.

Mendengar penjelasan Nana, perlahan-lahan cengkeraman tangan kerabat Joel melemah. Air minum dan suguhan kue kemudian disajikan sekaligus permohonan maaf. Maklum saja, kedatangan Joel yang sendirian mengagetkan belasan kerabat Joel yang masih diselimuti kepanikan. Mereka terkejut, sosok Joel Irsan muncul di depan pintu rumah. Sementara, keluarganya telah mencari hingga lima hari.

Para kerabat yang curiga langsung mencari siapa yang mengantar pria berdarah Batak tersebut. Hingga akhirnya Nana ikut diciduk. Sementara itu, Joel sudah berada dalam pelukan dan tangis di tengah istrinya, Siti Kholiza Rambe (32) dan tiga anaknya tersebut.

Suhu tubuh Joel menurun. Dingin dan semua bajunya basah. Pakaian yang dikenakannya juga masih seperti saat ia menghilang. Jaket hitam, baju batik dan celana dasar hitam juga. Derai air mata bapak tiga anak ini terus mengalun hingga setengah jam lamanya. Ia baru sadar kalau ternyata sudah lima hari disekap orang tak dikenal. ”Kepala saya pening,” ujar Joel usai menenggak air minum.

Tubuh Joel kemudian dibopong. Tak ada tenaga dari tubuhnya setelah lima hari tak makan minum. Remote AC ditekan off setelah tubuhnya yang ringkih terangkat di kasur. Wartawan harus menunggu tengah malam untuk mencari tahu bagaimana ia menghilang tanpa pesan.

Sekira pukul 02.00 WIB, Joel bangun dan meminta makan. ”Saya tiba-tiba blank setelah ngobrol dengan orang pakaian putih di masjid,” ujarnya mengawali perbincangan dengan wartawan.

Ya, orang yang dimaksud adalah sosok yang dilihat tukang parkir setelah salat Jumat di Kompleks Masjid Al Ijtihad, Jalan KH Hasyim Asyhari, Pasar Bengkok, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Jumat (29/9) sekira pukul 12.30 WIB. Joel yang saat itu bersama Kholil berboncengan dan singgah terlebih dahulu ke masjid tersebut.

Sementara Kholil diminta pergi menagih nasabah yang tak jauh dari masjid tersebut. Ia diminta datang lagi untuk menjemputnya sehabis salat. Namun, saat Kholil menjemput sang paman sudah tidak ada dan menghilang sampai sekarang. ”Saat itu, ada dua orang di samping saya mengajak ke mobil dan tiba-tiba saya nggak tahu apa-apa,” katanya.

Pada hari hilangnya Joel, sang istri, Kholiza bersama sejumlah kerabat langsung melapor ke Kantor Polsek Cipondoh, Kota Tangerang dengan nomor laporan B/103/IX/2017/SEK.CPDH. Sayang, saat dilaporkan, pihak keluarga masih belum puas atas jawaban polisi. Mereka akhirnya melaporkan masalah ini ke Tim Jatanras Polda Metro Jaya.

Dari laporan tim Jatanras, polisi masih mengusahakan keberadaan Joel lewat pemindaian titik GPS terakhir smartphone-nya berada. Pihak Polda Metro Jaya akan memberikan surat tembusan ke  provider nomor handphone yang dipakai Joel yakni Telkomsel.

Surat tembusan tersebut berisi meminta data nomor handphone yang memanggil (incoming call) dan terpanggil (outgoing call) terakhir kali termasuk nomor IMEI Samsung tipe Caramel miliknya. Belum sempat mendapat kabar dari polisi, Joel sudah berada di rumah. Ia tak bisa mengingat jelas perawakan orang-orang yang membawanya.

”Saat itu saya masih di dalam mobil, saya berontak minta keluar. Saya ingat bayangan istri dan anak. Mereka buka pintu dan saya langsung keluar dan sudah ada di Pasar Parungpanjang,” katanya.

Setelah mobil menjauh, ia baru sadar handphone, uang nasabah sebesar Rp4,5 juta dan dompet berisi ATM miliknya hilang. ”Di jalan saya baru sadar ternyata saya kena hipnotis,” katanya.

Keluarga Joel hanya bisa pasrah dan tidak ingin melanjutkan proses hukum. ”Lebih baik uang hilang, ketimbang suami saya yang hilang,” ujar Kholiza yang menemani Joel di sampingnya. Joel seperti linglung dan masih dibayang-bayangi ketakutan. Pihak kantor memintanya libur selama tubuhnya begitu bugar.

Ya, proses pencarian Joel hanya mengandalkan insting dan arahan orang pintar. Sejumlah kerabat bahkan pernah mencarinya hingga ke kebun tepi Tol Karangtengah. Itu berdasarkan sang dukun yang menduga Joel disembunyikan makhluk gaib hingga ke tempat paling sepi. ”Kami sampai ketemu mengetuk pintu gubuk orang gila,” ujar Yudhi Irawan Harahap, sepupu Joel sambil tertawa.

Kini Joel bisa bersantai. Ia sudah rindu suara burung Murai Batu kesayangannya. Dengan santai, wadah air sarang burung mahal itu diisi. Tangannya menjentik, kicauan merdu keluar dari unggas tersebut. Senyum Joel tersungging meski hati penuh kekhawatiran karena kejadian tersebut. (TOGAR/RBG)