Ki Canda Langit membantah bila kekuatan spiritual dari Prabu Siliwangi dan Kanjeng Ratu Selatan sengaja diundang atau difasilitasi ke Istana Bogor untuk menaikan pamor Jokowi, karena hal itu menurutnya merupakan kekuatan spiritual yang sudah lama ada dan berdiam di salah satu ruangan istana sejak presiden pertama Indonesia.

“Cuma sekarang aura mistisnya sudah mulai memudar, karena ada beberapa presiden yang menghilangkan tradisi sakralnya. Bahkan Presiden Jokowi juga hampir meninggalkan unsur mistisnya dan lebih banyak melakukan silaturahmi ke ulama-ulama atau ahli agama, dan menjalankan tugas ibadah,” jelas Ki Candan Langit, dilansir dari Rakyat Merdeka Online (Grup JPNN), Minggu (1/3).

Kata Ki Candan Langit, jika presiden Jokowi tidak menjalankan tradisi ritual di Istana Bogor maka pamornya akan berkurang, dan aura kharismanya juga akan cepat memudar. Bila tradisi leluhur tidak dibudidayakan maka leluhur juga enggan untuk membantu.

“Pada dasarnya semua adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa, tapi tradisi adalah ciri khas dan warisan leluhur budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan,” tegas Ki Candan Langit. (rus/adk/jpnn