Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin didampingi istri mencoblos di TPS 02, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang.

TANGSEL-Dari delapan kabupaten kota di Banten,
pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin hanya menang di Kota Tangerang Selatan. Sementara
tujuh kabupaten kota lain dikuasai oleh penantangnya, Prabowo-Sandiaga Uno.

Direktur Konsep Indonesia Research and Consulting Veri Muhlis Arifuzzaman mengatakan bahwa Prabowo-Sandi unggul jauh dari pasangan Jokowi-Ma’ruf di Banten. Prabowo-Sandi hanya kalah tipis di Kota Tangsel. “Jokowi hanya menang tipis, sekitar lima persenan. Sisanya kalah jauh di kabupaten atau kota lainnya di Banten,” jelas Veri saat merilis hasil hitung cepatnya di Hotel Grand Zuri, Tangsel, Rabu (17/4).

Veri menyatakan, Prabowo-Sandi masih tetap dominan sama seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Kata Veri, upaya Jokowi menggandeng KH Ma’ruf Amin tidak banyak mendongkrak elektabilitas suara di Banten. “Meski opini yang dibangun KH Maruf Amin orang Banten, tapi aktivitasnya banyak di luar Banten. Jadi, tidak memikat warga,” jelasnya

Peneliti asal Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu menilai tingginya suara Prabowo-Sandi di Banten karena politik identitas dan agama yang digulirkan.

Sedangkan, untuk survei nasional. pasangan Jokowi- Ma’ruf meraih suara 53,48 persen dan Prabowo-Sandi 46,52 persen. ”Quick count ini adalah seluruh TPS yang tersebar 34 provinsi di Indonesia. Sampel ditetapkan sebanyak 2.000 TPS dan terdistribusi secara proporsional di setiap provinsi,” katanya

”Metode sampel menggunakan multistage random sampling rentang kesalahan kurang dari satu persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” tambahnya.

Terpisah, pengamat politik Unsera, Ahmad Sururi mengaku tidak terkejut bila Jokowi-Ma’ruf tidak bisa menang di Banten. Menurutnya, pada Pilpres 2014 elektabilitas Prabowo di Banten sangat tinggi. “Pilpres 2019 Prabowo menang lagi di Banten, saya melihat ada konsistensi publik dalam memilih di sini, boleh dibilang militansi publik sudah kuat ke figur Prabowo di Banten,” katanya.

Faktor Kiai Ma’ruf tidak dapat berperan mendorong perolehan suara Jokowi, kata Sururi, karena sosok Kiai Ma’ruf kurang mengakar di Banten. Untuk wilayah Tirtayasa dan Tangerang Barat mungkin Kiai Ma’ruf mengakar akan tetapi secara keseluruhan tidak. “Artinya politik identitas dan politik lokalitas di Banten diperankan secara optimal oleh tim paslon 02,” urai Sururi. (Wahyu/Deni S)