Jokowi Puji Ma’ruf Amin: Tahu Ekonomi Syariah sampai Unicorn

0
67

SERANG – Calon Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) memuji Ma’ruf Amin yang dipilihnya sebagai calon Wakil Presiden di Pemilu 2019.

Pujian itu disampaikan Jokowi saat menyampaikan pidato kampanye akbar di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Minggu (24/3). “Provinsi Banten dengan tingkat religiusitas yang tinggi dan tingkat keberagaman yang tinggi melahirkan banyak ulama besar,” katanya.

Salah satunya, ucap Jokowi, KH Ma’ruf Amin yang dipilihnya sebagai pendamping. “Pak Kiai Ma’ruf Amin adalah ulama besar dan intelektual. Beliau tahu bicara ekonomi syariah, tahu unicorn, decacon. Pinter, cerdas dan dari Banten,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

“Itulah kenapa saya pilih KH Ma’ruf Amin saya pilih sebagai cawapres mendampingi saya. Ini akan mempersatukan ulama dan umaro,” tambah Jokowi seraya meminta persetujuan puluhan ribu pendukung di depannya.

Calon petahana ini juga menyebut Indonesia sebagai negara besar. Dianugerahi perbedaan, suku, tradisi, bahasa daerah dan budaya. “Perbedaan yang ada, marilah kita bersama merawar persatuan, persaudaraan kita karena kita adalah saudara, sebangsa dan setanah air,” kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, isu hoaks dan ujaran kembali menjadi sorotan Jokowi. Dihadapan ribuan pendukungnya, calon petahana ini menyerukan agar semuanya melawan hoaks yang marak terjadi.

“Di bawah banyak sekali hoaks, kabar fitnah, kabar bohong. Jangan biarkan. Ini harus direspons, harus dilawan,” kata Jokowi .

Menurutnya, isu harus dilawan karena dapat merusak persatuan dan persaudaraan. Kata Jokowi, kabar tersebut tidak hanya maraka di media sosial. Akan tetapi sudah masuk ke rumah-rumah warga.

“Kalau Jokowi Ma’ruf menang, pendidikan agama akan dihapus. Percaya? Itu bohong,” katanya. “Bohong bukan. Ingat pendamping saya KH Ma’ruf Amin, itu adalah Ketua MUI. Tidak mungkin kan?” serunya.

Isu ketiga, sebut Jokowi, adanya kabar yang menyebut dirinya akan melegalkan perkawinan sejenis. “Ini adalah fitnah yang ingin menjatuhkan dengan cara-cara politik yang tidak beretika, tidak ada tata krama,” cetusnya.

Mantan Walikota Solo ini lalu kembali menyerukan agar pendukunnya melawan. “Kalau kabar seperti itu didiamkan, nanti akan dianggap benar. Makanya harus direspons, dilawan dan harus diluruskan,” serunya. (Ken Supriyono)