Jokowi: Warga Lokal Harus Punya Kesempatan Kerja

0
428

SERANG – Presiden RI Joko Widodo mengimbau supaya mengambil tenaga kerja warga lokal untuk proyek PLTU IPP Jawa 7,9 dan 10.

Hal itu dikatakannya saat mengisi sambutan peresmian dan groundbreaking PLTU IPP Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (5/10).

“Saya minta agar memperkerjakan karyawannya sekitar pabrik saja,” katanya, Kamis (5/10).

Terlebih di PLTU tersebut, kata dia, dapat menyerap 10.000 tenaga kerja termasuk buruh dan para kuli.

Saat sambutan, Jokowi memanggil dua orang pekerja PLTU. Rupanya, mereka diproses para tamu undangan yang mencurigai bahwa pekerja tersebut bukan asli Kabupaten Serang.

“Orang Papua bisa kerja di Banten. Begitu sebaliknya, karena masih di Indonesia. Tapi, alangkah baiknya bisa memperkerjakan warga sekitar,” imbuhnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sempat ditanya soal protes para hadirin, yang menganggap proyek PLTU IPP 7, 9 dan 10 di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, pekerja banyak berasal dari luar bahkan luar negeri seperti Tiongkok.

Tatu menganggap, Presiden Jokowi marah saat tahu mayoritas tenaga kerja di PLTU IPP bukan dari warga lokal (Kabupaten Serang,-red).

“Presiden langsung instruksi ke PLN keras, sampaikan ke perusahaan China ini, Presiden marah, masa sampai kuli saja dari China, gitu,” kata Tatu pada wartawan, Kamis (5/10).

Ia berharap setelah ada instruksi dari Jokowi, pihak perusahaan memiliki kebijakan menempatkan warga sekitar bekerja di perusahaan bidang kelistrikan tersebut.

“Karena kan di Kabupaten Serang pengangguran cukup tinggi hingga 14 persen lebih, masa ada proyek raksasa gini untuk sekadar buruhnya saja tidak bisa ikut, kan itu tragis ya,” paparnya.

Tatu menambahkan investasi harus sejalan dengan prinsip dan tujuan utama Presiden, yakni mengurangi pengangguran di daerah yang menjadi lokasi investasi. Apalagi, menurutnya, UMKM sangat lambat dalam keterserapan tenaga kerja.

“Kami berharap, industri-industri besar yang masuk ke sini yang bisa nolong,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)