JPO di Kota Serang Membahayakan

Walikota Serang Syafrudin meninjau jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dikeluhkan warga karena sangat membahayakan, di Jalan Ahmad Yani, Sumurpecung, Kota Serang, Senin (17/12).

SERANG – Walikota Serang Syafrudin kembali melakukan aksi turun ke bawah (turba). Bila pada Kamis (6/12), Syafrudin meninjau terowongan Trondol, kemarin (17/12) Syafrudin langsung meninjau jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kota Serang.

Dari hasil pemantauannya, Syafrudin meminta perusahaan yang membangun JPO di Kota Serang untuk memperbaikinya karena kondisinya rusak parah. Apabila tidak, Pemkot Serang tak segan untuk mencopot papan reklame iklan milik mereka yang berada di atas JPO.

“Parah. Secara keseluruhan parah,” tegas Syafrudin seusai meninjau JPO yang berada di Jalan Ahmad Yani, perempatan Ciceri, Kota Serang, Senin (17/12). Ia didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Akhmad Mujimi

Kata Syafrudin, dengan kondisi JPO yang banyak lubang, tentu sangat riskan untuk digunakan masyarakat. Namun, JPO ini salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyeberang jalan. Apalagi, saat ini masyarakat tidak bisa asal sembarang menyeberang jalan karena median yang dibangun Pemprov Banten cukup tinggi.

“Yang menjadi masalah, ini (JPO-red) bukan aset Pemkot, tapi pihak ketiga. Jadi, kami tak bisa perbaiki dengan APBD,” ujar mantan kepala Dishub Kota Serang ini. Ia sudah meminta Dishub untuk menghubungi dan memberikan teguran tertulis kepada perusahaan yang membangun JPO ini agar segera diperbaiki. Apalagi, kerusakan ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama, tetapi belum juga diperbaiki.

Apabila dalam waktu satu bulan JPO itu belum juga diperbaiki, Pemkot akan menutup sementara karena kondisinya yang membahayakan pengguna jalan.

Pantauan Radar Banten, lantai JPO itu sudah banyak yang berlubang dan berkarat sehingga membahayakan penggunanya. Ukuran lubangnya pun beragam mulai dari yang kecil sampai cukup besar. Meskipun begitu, JPO itu masih kerap digunakan masyarakat untuk menyeberang. Pantauan Radar Banten kemarin, sebelum Syafrudin meninjau, sejumlah pelajar perempuan menggunakan JPO tersebut untuk menyeberang.

Kata Syafrudin, selain menutup sementara JPO itu, papan reklame yang memuat iklan di JPO itu juga akan copot. “Bahkan, bukan tidak menutup kemungkinan akan kami blacklist kalau tidak juga memperbaiki JPO ini,” tegasnya.

Selain JPO yang berada di Jalan Ahmad Yani, kondisi parah juga terjadi di JPO yang berada di Jalan Veteran depan Mal Serang. Ia mengaku meninjau JPO lantaran banyak masyarakat yang mengadu terkait rusaknya JPO di Kota Serang. Untuk itu, di pekan kedua ia menjabat, ia langsung menindaklanjuti aspirasi dan laporan dari masyarakat tersebut.

Kepala Dishub Kota Serang Akhmad Mujimi mengatakan, hingga saat ini pihak swasta yang memiliki JPO ini belum diketahui. Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Serang untuk mengetahui pihak swasta yang membayar pajak reklame tersebut.

Kata dia, lantaran JPO itu milik swasta maka pihaknya khawatir apabila mengalokasikan anggaran untuk perbaikan menjadi kesalahan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemilik JPO untuk segera merapat ke Pemkot. “Kalau tidak ada yang merawat, biar kami yang perbaiki,” ujarnya. (Rostinah/RBG)