JPS Tak Kunjung Rampung

0
360 views

Tujuh Bulan Penyaluran Tahap Pertama

SERANG – Memasuki bulan ketujuh sejak pertama kali digulirkan, penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap pertama di Banten belum juga rampung. Bantuan sosial dari Pemprov Banten bagi masyarakat terdampak Covid-19 itu belum juga tuntas.

JPS tahap pertama itu mulai disalurkan pada April lalu. Pada tahap pertama ini, Pemprov mengalokasikan Rp236,4 miliar untuk 421.177 keluarga di delapan kabupaten/kota.

Namun, penyaluran tahap pertama yang belum juga rampung, membuat masyarakat yang seharusnya menerima bantuan itu hingga saat ini belum menikmati bantuan tahap kedua. Padahal, rekonsiliasi penyaluran JPS di empat kabupaten/kota di Banten rampung, tetapi penyaluran bantuan sosial tahap kedua itu masih dalam proses.

Plt Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Budi Darma S mengaku, saat ini memang belum semua JPS tahap pertama selesai disalurkan. “Itu terjadi karena ada keterbatasan sumber daya manusia perbankan,” ujar Budi, kemarin.

Per 3 Oktober lalu, dari total 421.177 keluarga yang akan mendapat JPS dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp236,4 miliar, yang sudah terealisasi yakni 307.540 keluarga dengan anggaran Rp172,95 miliar.

Budi menguraikan, Kabupaten Tangerang dengan alokasi bantuan 149.133 keluarga, yang akan disalurkan 147.546 keluarga, yang sudah disalurkan 90.789 keluarga dengan nilai Rp54,47 miliar, dan proses penyaluran 56.757 keluarga dengan nilai Rp34,05 miliar. Kota Tangerang dengan alokasi bantuan 86.783 keluarga, yang akan disalurkan 86.471 keluarga, yang sudah disalurkan 82.080 keluarga dengan nilai Rp49,24 miliar, dan proses penyaluran 4.391 keluarga dengan nilai Rp2,63 miliar. Kota Tangerang Selatan dengan alokasi bantuan 22.258 keluarga, yang akan disalurkan 19.995 keluarga, yang sudah tersalurkan 18.992 keluarga dengan nilai Rp11,39 miliar, dan proses penyaluran 1.003 keluarga dengan nilai Rp601 juta. Kabupaten Pandeglang dengan alokasi bantuan 44.673 keluarga, yang akan disalurkan 44.059 keluarga, yang sudah tersalurkan 39.350 keluarga dengan nilai Rp19,67 miliar, dan proses penyaluran 4.709 keluarga dengan nilai Rp2,35 miliar.

Berikutnya, lanjut Budi, Kabupaten Lebak dengan alokasi bantuan 11.655 keluarga, yang akam disalurkan 9.852 keluarga, sudah disalurkan 9.005 keluarga dengan nilai Rp4,5 miliar, dan proses penyaluran 847 keluarga dengan nilai Rp424,5 juta. Kota Serang dengan alokasi bantuan 30.200 keluarga, yang akan disalurkan 29.002 keluarga, yang sudah tersalurkan 19.110 keluarga dengan nilai Rp9,55 miliar, dan proses penyaluran 9.892 keluarga dengan nilai Rp4,94 miliar. Kabupaten Serang dengan alokasi bantuan 56.100 keluarga, yang akan disalurkan 50.159 keluarga, yang sudah tersalurkan 34.706 keluarga dengan nilai Rp17,353 miliar, dan proses penyaluran 15.453 keluarga dengan nilai Rp7,72 miliar. Terakhir, Kota Cilegon dengan alokasi bantuan 20.375 keluarga, yang akan disalurkan 19.223 keluarga, yang sudah tersalurkan 13.508 keluarga dengan nilai Rp6,75 miliar, dan proses penyaluran 5.715 keluarga dengan nilai Rp2,85 miliar.

Kata dia, proses penyaluran tahap II sedang dilakukan secepatnya. “Mengingat ada beberapa kabupaten/kota yang telah selesai rekonsiliasi akhir, sehingga bisa diajukan ke tahap kedua,” ujar Budi.

Terkait proses keuangan, Budi menyerahkannya kepada OPD yang mengenai keuangan daerah yaitu Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten.

Pencairan JPS tahap kedua nantinya akan dilakukan melalui pemberitahuan saja, sehingga tidak terjadi kerumuman massa. Nantinya, para keluarga penerima manfaat, dapat mencairkan bantuan dari Pemprov Banten itu dimana saja dan kapan saja.

Terpisah, Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, per tanggal 15 September lalu, realisasi bantuan tak terduga yakni 61,52 persen. Dari target Rp770 miliar, realisasinya yakni Rp473,7 miliar. (nna/nda)