Jual Eksimer ke Polisi, Warga Aceh Ditangkap

0
1837
Tersangka MUN tengah dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dimasukan ke dalam sel.

SERANG-Umpan polisi untuk  memancing MUN (22), agar melakukan transaksi obat keras secara langsung berhasil. Sabtu (24/4), MUN pun disergap polisi di pinggir Jalan Raya Serang-Jakarta, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Sebelum diringkus, MUN dikabarkan adalah pengedar obat keras di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang dan Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Setelah menerima informasi itu, polisi bergegas melakukan penyelidikan.

Polisi lalu memancing MUN dengan menyamar sebagai pembeli. “Kemudian anggota kami melakukan penyamaran sebagai pembeli dengan memesan obat eksimer dari tersangka MUN,” kata Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mariyono kepada Banten Raya (Radarbantengroup), Senin (26/4).

Tanpa curiga, warga Dusun Cot Kuta, Desa Cot Kumuneng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu setuju untuk bertemu.  

Disepakati lokasi pertemuan di depan sebuah minimarket di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas. “Setelah transaksi anggota langsung menangkapnya,” ujarnya.

Selain obat keras yang dibawa oleh MUN, Mariyono mengaku pihaknya juga mengamankan obat keras jenis yang sama dari rumah kontrakannya di Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. “Jumlah obat keras yang diamankan 60 kaplet tramadol atau 600 butir serta pil eksimer sebanyak 760 butir,” jelasnya.

Sementara Kasat Resnarkoba Polres Serang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Michael Kharisma Tandayu mengungkapkan, MUN cukup lama telah menggeluti bisnis obat keras ilegal itu di Kota Serang hingga Jawa Barat.

“Lima tahun tersangka melakukan bisnis obat keras di Tangerang dan Bandung. Kalau untuk di wilayah Kabupaten Serang diakui baru satu bulan dan berhasil kami tangkap. Motifnya karena terdesak kebutuhan,” ungkapanya.

Dia mengaku polisi masih mengembangkan kasus peredaran obat keras itu hingga kepada pemasok obat-obatan tersebut.

“Masih kita gali untuk pemasoknya, sebab dia mengaku tidak mengenal secara langsung. Selama ini transaksi hanya melalui telpon,” katanya. (rbnn/nda)