Jual Obat Tanpa Resep, Tiga Toko Kosmetik Digerebek

Obat Ilegal
Ilustrasi/Inet

SERANG – Tiga toko kosmetik di Kota Serang digerebek petugas Ditresnarkoba Polda Banten, Kamis (17/5) malam. Ketiga toko itu diduga menjual obat di luar keperluan medis.

“Berkat informasi masyarakat kita berhasil mengungkap kasus tersebut di tiga lokasi sekaligus,” kata Direktur Resnarkoba Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Yahanes Hernowo didampingi Kabid Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Sumardi, Jumat (17/5) di Mapolda Banten.

Toko kosmetik yang digerebek pertama berada di wilayah Sempu, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang. Ratusan butir obat yang tergolong dalam daftar G diamankan petugas. Yakni, 227 butir tramadol, 290 butir eksimer, 53 butir dexa tramadol, 10 butir alpra merci, lima butir alpra otto, dua butir Riklona, satu butir Merlopam. Petugas juga menyita uang hasil penjualan obat Rp1,6 juta. Dua penjaga toko kosmetik berinisial FS(28) dan YS (20) juga turut diamankan.

Petugas kemudian mendatangi toko kosmetik di Jalan Kebun Sayur, kawasan Royal, Kota Serang. Sebanyak 282 butir eksimer dan 30 butir tramadol dexa, serta satu orang berinisial WH (20) diamankan.

Usai menggerebek dua toko tersebut, giliran toko kosmetik di Jalan Kelapa Dua, Kota Serang digerebek. Petugas menemukan 463 butir tramadol, 500 butir eksimer, 600 butir dexa tramadol, 17 butir alprazolam, dan enam butir Riklona dari toko tersebut. Uang sebesar Rp950 ribu yang diduga diperoleh dari hasil penjualan diamankan petugas. Sementara, penjaga toko berinisial MR (24) turut diamankan.

Empat penjual obat tersebut disangka melanggar Pasal 196, 197, 196 KUH Pidana dan UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Keempatnya terancama pidana 10 tahun penjara. “Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut,” katanya. (mg05/nda/ags)