Lagi-lagi pasangan muda. Mungkin karena masih labil dan belum puas menikmati pengembaraan cinta, pasutri Juan (32) dan Lucin (31) , keduanya nama samaran, diterjang gelombang besar problematika rumah tangga. Apalagi kalau bukan masalah kesetiaan.

Entah karena bosan atau mungkin tak lagi cinta, keberadaan sang buah hati tak mampu menjadi benteng bagi Juan menahan godaan asmara. Berjalan dua tahun usia pernikahan, ia masih tergoda wanita lain yang jauh lebih muda.

“Saya enggak nyangka dia bisa selingkuh. Ini benar-benar bikin saya drop, enggak kuat, Kang!” curhat Lucin kepada Radar Banten.

Padahal, seperti diceritakan Lucin, hubungan asmara dengan Juan sudah terjalin sejak SMA. Mereka bertemu ketika masih sama-sama bau kencur. Belum mengerti arti cinta sesungguhnya, bahkan pacaran pun masih dalam tahap senang-senang saja.

Hebatnya, waktu itu mereka mampu bertahan tiga tahun lamanya. Di tengah godaan teman wanita yang jauh lebih cantik dan lelaki tampan, baik Juan maupun Lucin mampu mempertahankan hubungan. Kisah asmara mereka menyita banyak perhatian.

Guru-guru di sekolah pun memuji kesetiaan Lucin dan Juan lantaran bisa bertahan sampai lulus SMA. Hingga keduanya sempat berpisah karena sibuk bekerja membantu ekonomi keluarga, kisah cinta mereka sempat tak jelas arah dan tujuan.

Namun yang namanya cinta, Juan seolah tak rela kekasih menghilang begitu saja. Bekerja di sebuah perusahaan ternama di Cilegon, ia merasa sudah mampu membangun bahtera rumah tangga. Apa mau dikata, meski dengan modal seadanya, ia nekat membawa serta orangtua ke rumah Lucin.

“Waktu itu saya benar-benar kaget, dia datang tiba-tiba dan langsung mau melamar. Kan saya enggak ada persiapan,” tuturnya.

Meski terkesan memaksakan, acara lamaran malam itu tetap terlaksana. Setidaknya, ketakutan Juan akan kehilangan sang kekasih tercinta bisa teratasi karena sudah ada ikatan. Tak lama berselang, hanya dalam waktu sebulan mereka menuju jenjang pernikahan.

Dengan pesta sederhana, hanya mengundang tetangga dan orang terdekat, hari bahagia itu menjadi hari bersejarah bagi Juan dan Lucin. Mengikat janji sehidup semati, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri. Dengan usia yang sebenarnya terbilang muda, mereka siap membangun bahtera rumah tangga.

Di awal pernikahan, Juan menjadi suami yang baik dan perhatian, baik kepada istri maupun mertua. Setiap gajian, pasti membawa makanan. Biasalah, hitung-hitung cari perhatian dan beradaptasi dengan lingkungan. Perlakuan serupa tak jauh berbeda dilakukan Lucin kepada keluarga suami.

Senang mengirimi makanan ke rumah mertua, Lucin juga mencoba beradaptasi agar mendapat kesan baik di mata keluarga. Hasilnya, baik Juan maupun Lucin sama-sama disayang mertua. Rumah tangga mereka berjalan sempurna, pokoknya, mereka hidup bahagia.

Memasuki tahun pertama, lahirlah bayi lelaki lucu kebanggan pasangan muda itu. Hubungan dengan kedua keluarga pun semakin harmonis. Namun, kebahagiaan itu memang terkadang tak selaras dengan keabadian. Lantaran tergiur ajakan teman untuk berbisnis dengan penghasilan lumayan, Juan melayangkan surat pengunduran diri di tempatnya bekerja.

Apa mau dikata, meski di bulan pertama mereka masih merasa aman, namun bulan-bulan selanjutnya, Juan dan Lucin mulai merasa kekurangan. Bisnis yang dibangun sang suami tak berjalan mulus. Apesnya, sudah mengeluarkan dana jutaan rupiah, ia ditipu teman yang awalnya menjanjikan penghasilan melebihi gaji selama bekerja di perusahaan. Aih-aih, parah amat.

“Saya waktu itu kesal sama dia, sudah enak-enak kerja, ini malah ketipu sama teman sendiri,” curhatnya.

Lantaran tak berdaya, akhirnya, Lucin pun turun tangan dalam mencari penghasilan. Lagi-lagi, atas ajakan teman, ia ikut sebuah grup bisnis berjualan online. Tak disangka, meski penghasilan tak seberapa, setidaknya ia mampu membantu ekonomi rumah tangga.

Berjualan berbagai produk kecantikan sampai peralatan rumah tangga, dengan jejaring sosial dan grup bisnis di aplikasi WhatsApp, Lucin menikmati proses berbisnis secara online. Namun seolah dimanfaatkan sang suami, kerja keras Lucin ke sana-sini mengantar produk jualannya, justru tak membuat Juan berpikir. Ia malah asyik menikmati pengangguran dengan sering keluar malam. Aih-aih, benar-benar keterlaluan tuh Kang Juan.

“Awalnya saya sih masih bisa ngerti, mungkin dia lagi cari pelarian karena stres mikirin kegagalan bisnisnya. Tapi lama-kelamaan, malah jadi kebiasaan,” ungkap Lucin.

Dan tragedi itu pun terjadi. Bukan hanya masalah kebiasaan pulang malam, tingkah sang suami pun sudah sangat keterlaluan. Tanpa sepengetahuan Lucin, diam-diam Juan menjalin hubungan dengan seorang wanita yang masih perawan. Waduh, masa sih Teh?

“Saya juga awalnya enggak nyangka, tapi semua sudah terjadi. Dia benar-benar mengkhianati saya,” tukasnya. Memang gimana ceritanya, Teh?

Mendekati tengah malam, setelah menidurkan buah hati tercinta sambil menunggu suami yang tak kunjung pulang, Lucin iseng membuka ponsel yang sedari tadi tak berhenti berdering karena notifikasi pesan di grup WhatsApp. Ia pun membaca obrolan rekan-rekannya yang notabene perempuan.

Ya namanya grup WhatsApp, obrolan bisa melenceng ke berbagai hal. Tak hanya bisnis, malam itu mereka mengobrolkan tentang asmara dan lainnya. Sampai akhirnya Lucin dikagetkan dengan cerita rekan di grup tersebut yang mengaku memiliki kekasih tampan bernama Juan.

Karena penasaran, dengan jurus sandiwara ala-ala artis sinetron, Lucin memancing sang wanita mengunggah foto sang kekasih. Dan abrakadabra, muncullah wajah sang suami di grup tersebut. Sontak Lucin kaget dibuatnya.

Tanpa banyak bicara, besoknya ia mengajak ketemuan sang wanita dengan alasan keperluan bisnis. Di sebuah taman di Kota Cilegon, Lucin turut membawa serta sang suami, dan rencananya pun berjalan mulus. Juan terlihat kikuk, sang wanita pun kebingungan. Di situlah ia mengamuk memarahi mereka. Sebulan kemudian, Lucin dan Juan resmi bercerai.

Waduh, sabar ya Teh Lucin. Semoga ini bukan akhir dari segalanya, masih banyak lelaki baik dan setia menanti di kemudian hari. Semangat! (daru-zetizen/zee/ags)