Jumlah Bank dan ATM di Banten Masih Kurang Banyak

0
980 views
Direktur Manajemen Strategis, Edukasi dan Perlindungan Konsumen dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK, Duma Riana.

SERANG – Berdasarkan data Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), yang dibentuk Pemprov Banten bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional I DKI Jakarta dan Banten, jumlah bank tersebar di Banten masih belum sebanding dengan jumlah penduduk di Banten. Provinsi Banten luas wilayahnya 9.633 km2 dan jumlah penduduk sebesar 11.955.243 jiwa.

Direktur Manajemen Strategis, Edukasi dan Perlindungan Konsumen dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Duma Riana mengatakan, selain jumlah bank yang masih kurang, jumlah rasio ATM juga penyebarannya masih tidak merata.

“Di Banten ada yang terlalu maju dan juga ada yang masih jauh. Contohnya yang maju di Tangerang dan Kota Cilegon, sementara Lebak dan Pandeglang masih kurang, termasuk juga Serang,” katanya seusai pembukaan Gathering OJK dan insan media di wilayah Provinsi Banten, Rabu (14/12).

Ketidakmerataan jumlah bank dan rasio ATM tersebut, lanjut dia, juga dikarenakan jumlah penduduk yang kurang merata. “Memang tergantung penduduknya. Di situ paling padat, di situlah paling banyak bank, following the business. Maka dari itu kita ubah pemikirannya. Harusnyadi mana ada penduduk, ya di sana harus ada bank,” ujarnya.

“Maka dari itu, dalam hal ini kami lihat itu sebagai indeks keuangan yang nanti akan kami perluas. Tahu depan kami juga akan merger 3 BPR dari pemda, yaitu LPK Cipanas, LPK Malingping, dan LPK Warung gunung,” ujarnya.

Pemprov Banten bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional I DKI Jakarta dan Banten sebelumnya telah membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).Tim ini muncul mengingat masih rendahnya hasil survey nasional literasi keuangan, pembiayaan UMKM dari lembaga jasa keuangan, dan tingginya kesenjangan antara ketersediaan kantor bank dan anjungan tunai mandiri dengan jumlah penduduk, terutama di kawasan Tangerang Raya dan Kota Serang. (Wirda)