MANCAK – Khusus warga yang terkena bencana banjir di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang yang sementara ini telah diungsikan di SDN Bulakan, Desa Cikedung menurut data terdapat 315 kk dari 1342 jiwa.

Hingga saat ini, Sabtu (30/7/2016) warga yang masih bertahan di tempat pengungsian telah kurang dari 400 jiwa. Hal itu diketahui dari takaran memasak dapur umum Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Serang yang berada di lokasi.

Wakil Ketua Dapur Umum Mancak dari Tagana Dinsos Kabupaten Serang Jaja Darojatun mengatakan warga yang masih berada di pengungsian jumlahnya sudah jauh menurun sebab diantarnya telah banyak yang memilih kembali ke rumahnya ataupun berdiam di tempat sanak keluarganya.

“Hari ini kita masak untuk porsi sekitar 300 orang lebih. Itu juga bukan hanya untuk warga yang terkena bencana di pengungsian saja melainkan juga untuk para relawan,” ujar Jaja saat ditemui Radar Banten Online di lokasi pengungsian.

Diungkapkan Jaja, dalam sekali memasak di dapur umum itu, Tagana menghabiskan sebanyak 100 liter beras atau dalam seharinya untuk tiga kali makan ada 300 liter beras.Sedangkan untuk lauk pauk tidak menentu dan menu yang disajikan bervariasi tergantung bahan makan yang ada di bagian logistik.

“Di sini makan sehari tiga kali, sarapan, makan siang, dan malam. Lalu lauk pauknya tergantung apa yang ada distok seperti sarden, mie, dan kita sajikan sebagaimana pengolahannya. Untuk minum sudah air air mineral dalam kemasan,” katanya.

Lebih lanjut Jaja menjelaskan sejauh ini ia belum menemukan adanya kendala dalam bertugas di dapur umum. Segala kebutuhan guna memasak semua terpenuhi.

“Relawan yang ada di dapur umum, ada dari Tagana, RAPI, pihak militer, PMI, dan warga sekitar. Kebutuhan yang tersulit saja seperti gas elpigi yang mengambil dari jauh juga terpenuhi. Belum ada komplain yang datang dari pengungsi,” pungkasnya. (Riko)