Kabupaten Lebak Butuh Hewan Kurban Capai Ribuan

Petugas Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Lebak saat memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu lapak di Desa Cilangkap, Kecamatan Kalang Anyar, Senin (5/8). Nur Abidin/Radar Banten

LEBAK – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Lebak memprediksikan  kebutuhan hewan kurban untuk Lebaran Idul Adha tahun ini mencapai empat ribu ekor. Jumlah itu terdiri dari sapi, kambing dan kerbau.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disnak Kabupaten Lebak Anmurza mengatakan, setiap tahun kebutuhan hewan kurban untuk Lebaran Idul Adha terus meningkat. Tahun ini kebutuhan hewan kurban mencapai ribuan ekor.

“Kebutuhan kurban Lebaran Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai empat ribuan ekor baik sapi dan domba. Untuk sapi di bawah seribu ekor, sementara sisanya kurban kambing,” ujar Anmurza di sela-sela melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Senin (5/8).

Menurut Anmurza, untuk kebutuhan daging sapi biasanya dapat terpenuhi dari pulau Jawa dan lokal. Sementara untuk kerbau dipasok dari ternak lokal di Lebak. “Sementara untuk distribusi kambing atau domba berasal dari daerah Cianjur, Sukabumi Jawa Barat. Domba dari luar seperti Cianjur itu tetap harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) daerah asal hewan,” katanya.

Untuk mengantisipasi dan mencegah munculnya penyakit antraks pada hewan ternak sejenis kambing dan kerbau, sebut dia, pihaknya terus melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sejumlah hewan ternak kurban dengan melakukan pemeriksaan secara dua tahap. Yakni sebelum disembelih (antemortem) dan setelah disembelih (postmortem). “Pemeriksaan secara dua tahap tersebut kami lakukan agar hewan kurban benar-benar steril dari penyakit,” ungkapnya.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Kabupaten Lebak Eneng Sumiyati menerangkan, dalam melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban, instansinya menerjunkan beberapa dokter hewan.

“Dari hasil pemeriksaan hewan kurban yang dijual, kita temukan ada beberapa hewan kurban yang tak layak. Karena itu kita telah meminta kepada penjual untuk memisahkannya dan tidak dijual,” ujarnya.

Sementara Kusnadi, penjual hewan kurban di Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar mengaku pada Idul Adha tahun ini penjualan hewan kurban jenis domba mengalami penurunan dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini penjualan hewan kurban trennya menurun, dikarenakan ada kenaikan hewan kurban antara Rp400 ribu sampai Rp500 ribu per ekor. Ya, harga dari sananya memang naik. Jadi terpaksa kami naikkan,” keluh lelaki yang sudah menjadi penjual hewan ternak selama sepuluh tahun.

Kusnadi mengatakan, domba yang dijualnya berasal dari Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat dengan harga dari Rp2,5 juta juta hingga Rp4 juta per ekor.

“Seluruh hewan kurban yang saya jual dinyatakan layak untuk dikonsumsi oleh Disnak. Hingga mendekati Lebaran, baru sepuluh hewan kurban yang sudah terjual,” katanya. (nce/zis)