Kabupaten Lebak Jawara Kerbau Banten

0
86
Kepala Dinas Peternakan Lebak Ir. H. Iman Santoso menerima Piala Gubernur Banten.

LEBAK – Setelah sukses menggelar Kontes Kerbau tingkat Kabupaten Lebak di Sawarna pada tanggal 13-14 Oktober lalu, Dinas Peternakan Kabupaten Lebak bersama dengan peternak kerbau akhirnya berhasil menorehkan prestasi di ajang Pesta Patok Tingkat Provinsi Banten yang digelar oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten di Agrotechno Park-Serang, 9 November 2017 lalu. Di ajang tersebut Kabupaten Lebak berhasil menjadi Juara Umum dan memboyong Piala Gubernur Banten.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Lebak berhasil memborong kemenangan untuk beberapa kategori yang dilombakan yaitu untuk Kategori Ternak Kerbau Jantan berhasil dimenangkan oleh Salam, peternak dari Desa Daroyon, Kecamatan Cileles, dengan meraih Juara I. Sedangkan untuk Kategori Ternak Kerbau Betina berhasil diborong oleh kontingen Lebak, Juara I dimenangkan oleh peternak dari Kecamatan Sajira (Bpk. Ahyar), Juara II dan Juara III diraih peternak dari kecamatan Cikulur (Bpk. Bahrudin dan Bpk. Henta). Di kategori lomba lain, kontes Kambing si Raja Kasep turut menggenapkan kemenangan kontingen Lebak setelah kambing Ettawa milik bapak H. Ade Sumardi dari LEFI Farm Kecamatan Curugbitung berhasil menjadi Juara I.

Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya, SE, MM menaiki kerbau Juara.

Prestasi di ajang tersebut bukanlah suatu hal yang kebetulan, melainkan buah dari upaya yang selama ini terus diikhtiarkan oleh Dinas Peternakan untuk dapat terus meningkatkan kualitas ternak kerbau di Kabupaten Lebak. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas kerbau maka diperlukan suatu upaya khusus untuk mempercepat proses produksi yaitu program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB). Upsus SIWAB mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA).

Inseminasi Buatan (IB) 

Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu pilihan yang tepat yang dapat diandalkan dalam memperbanyak populasi ternak. IB adalah teknik memasukan mani atau semen ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat untuk dapat membuahi sel telur dengan mengunakan alat inseminasi. Tujuan yang dapat dicapai melalui program IB adalah : Untuk memperbaiki mutu ternak yang dihasilkan, sebab bibit berasal dari pejantan yang unggul atau pilihan; Lebih efisien karena tidak mengharuskan pejantan unggul dibawa ke tempat betina atau tanpa harus mempunyai pejantan, cukup semennya saja; Dapat meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur; dan Mencegah terjadinya penularan atau penyebaran penyakit kelamin. Selain itu jika dibandingkan dengan cara Intensifikasi Kawin Alam (INKA) banyak keuntungan yang akan diperoleh peternak apabila mengunakan cara IB adalah : Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan; Dapat mengatur kelahiran ternak dengan baik dan Mencegah terjadinya kawin sedarah (in breeding).

Kegiatan IB pada kerbau di Kabupaten Lebak mendapatkan apresiasi dan perhatian khusus dari Kementerian Pertanian RI, karena ketika daerah lain kebanyakan melaksanakan IB pada sapi, Kabupaten Lebak justru lebih banyak melaksanakan IB pada kerbau yang secara teknis memiliki berbagai kendala dan salah satunya adalah sifat alamiah kerbau yang sedikit sekali menunjukan gejala estrus / birahi (silent heat), sehingga akan sulit untuk menentukan kapan IB yang tepat. Namun kendala itu berhasil diatasi oleh para Inseminator Dinas Peternakan yang selalu bekerja dengan hati dan tanpa kenal lelah, dengan menerapkan metode sinkronisasi birahi menggunakan hormon maka kendala tersebut dapat diatasi dan inseminasi buatan yang dilakukan membuahkan hasil dengan lahirnya bibit kerbau baru dengan kualitas genetis yang lebih baik.

Keberhasilan UPSUS SIWAB merupakan harapan baru agar populasi kerbau di Kabupaten Lebak dapat meningkat secara cepat serta untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya kebutuhan pangan hewani dapat terpenuhi, sehingga negara kita tidak lagi impor, baik berupa ternak bakalan maupun daging beku dari negara lain. Maka diperlukan komitmen bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk bersama-sama dan bahu-membahu melaksanakan kegiatan ini, sehingga harapan untuk dapat swasembada daging sapi/kerbau tahun 2026 dapat tercapai. Apabila populasi kerbau di Kabupaten Lebak terus meningkat maka tidak berlebihan jika Kabupaten Lebak ditasbihkan menjadi “Jawara Kerbau Banten”.

Dengan momentum Hari Jadi Lebak, mari kita bersama Satukan Hati dalam kerja dan karya untuk Lebak Cerdas, Lebak Sehat dan Lebak Sejahtera, semoga prestasi Juara Umum Pesta Patok tingkat Provinsi Banten bisa menjadi kado istimewa di Hari Jadi Lebak yang ke-189 tahun. (ADVERTORIAL/DINAS PETERNAKAN LEBAK)