SERANG – Kepala Balai POM Serang Muhamad Kashuri mengungkapkan, dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang paling rawan peredaran pangan dan obat ilegal dan berbahan berbahaya. Menurutnya, dari sejumlah pangan dan obat sitaan selama ini paling banyak berasal dari Kabupaten Tangerang.

“Mungkin karena posisinya dekat ibukota, sehingga aksesnya lebih mudah. Selain itu, di sana banyak gudang sedangkan masyarakatnya masih sedikit berbeda dengan di kota yang telah padat,” kata Kashuri saat jumpa pers di kantor Balai POM Serang, Rabu (30/12/2015).

Kashuri melanjutkan, selama tahun 2015, jumlah pangan dan obat ilegal yang diamankan omsetnya mencapai miliaran rupiah. Jamu ilegal saja sampai Rp4 miliar, kemudian pangan mencapai Rp3 miliar. “Kendala terbesar para pengusahanya yang nakal. Itu didukung dengan kondisi daerah yang sepi dan banyaknya pergudangan,” ujarnya.

Lanjut Kashuri, Balai POM akan melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan yang berfokus ke hulu. Kashuri pun mengaku akan berkoordinasi lebih intensif dengan pemangku kepentingan penguatan pelaku usaha.

“Pelaku usaha harus mendapatkan perhatian serius. Peran masyarakatpun sangat dibutuhkan dalam pengawasan ini,” ujarnya.

Banten menurut Kashuri masuk kedalam salah satu daerah yang rawan peredaran obat dan pangan terlarang. Selama empat bulan terkahir pada tahun 2015 saja, tepatnya dari bulan September hingga Desember, Balai POM Serang berhasil mengamankan produk dan pangan ilegal senilai Rp. 5,98 miliar. (Bayu)