KACAMATA bukan sekadar alat bantu penglihatan. Kacamata juga bisa memperbaiki penampilan atau malah memperburuk. Orang kerap lupa bahwa pemakaian kacamata juga perlu menyesuaikan bentuk wajah. Jenis maupun modelnya harus cocok dengan bentuk wajah.

Sebagaimana dilaporkan Ohgizmo, desainer asal Italia, Guido Medana, menciptakan kacamata yang diberi nama The Spine. Dia terinspirasi tulang belakang manusia yang memiliki fleksibilitas saat digerakkan.

Kacamata tersebut telah dilengkapi engsel yang tertanam di bagian frame dan bisa memberikan kenyaman bagi penggunanya. Kacamata itu juga bisa menyesuaikan ukuran dan bentuk wajah. Jadi, The Spine tidak seperti kacamata tradisional lainnya.

Engselnya bisa tertutup secara otomatis saat kacamata dilepas. Hal yang juga harus diperhatikan, kacamata tersebut nyaris tidak memiliki sekrup. Hanya ada kabel yang tertancap dalam frame melalui proses yang disebut micro injection moulding.

Sejauh ini tidak dilaporkan kapan kamacata tersebut akan dipasarkan dan banderol harga yang ditawarkan. Setidaknya, kacamata itu dipasarkan di negara besar, seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada. Indonsia kapan, ya? (giz/rif/awa/jpnn)