Kades Pabuaran Berdayakan Perajin Sepatu

        TANGERANG – Perajin sepatu di Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, memang baru digeluti oleh satu keluarga. Namun, melihat potensi perkembangannya, produksi rumahan ini menjadi perhatian Pemerintah Desa Pabuaran. Sehingga, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran.

        Kepala Desa (Kades) Pabuaran Suhendi mengakui, bahwa perajin sepatu menjadi objek pembangunan perekonomian di desanya. Tahun 2016 lalu, Pemerintah Desa Pabuaran memberikan bantuan peralatan produksi berupa mesin jahit kepada perajin. Suhendi berharap, bantuan itu bisa menambah jumlah sepatu kasual yang diproduksi keluarga Tamim. Sehingga, Tamim bisa merekrut warga Desa Pabuaran yang masih menganggur menjadi karyawan.

        ”Pada anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) Pabuaran 2016, kami melakukan pengadaan empat mesin jahit untuk sepasang suami istri perajin sepatu bernama Tamim dan Siti Aisyah. Kami dorong agar mereka bisa merekrut karyawan dan memberdayakan masyarakat sekitar yang belum memiliki pekerjaan,” tutur Suhendi kepada Radar Banten

        Suhendi menjabat Kepala Desa Pabuaran pada 2015, setelah terpilih dalam Pilkades. Periode jabatannya di desa hasil pemekaran Desa Kubang pada 24 Juli 1984 ini hingga tahun 2021.

        Di bawah kepemimpinannya, Suhendi mengaku, telah banyak kemajuan hasil pembangunan di desanya. Antara lain, pembangunan jalan lingkungan dengan paving block dan betonisasi, rehabilitasi kantor desa, serta pemberdayaan masyarakat.

        Sementara, Tamim mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kepala Desa Pabuaran. Dengan bantuan empat mesin jahit dari Pemerintah Desa Pabuaran, ia bisa merekrut tujuh tetangganya. Kendati jumlah warga yang diberdayakan memproduksi sepatu disesuaikan dengan jumlah pesanan, harapan Suhendi tetap terwujud.

        ”Dulu, satu tahun sebelum ada bantuan mesin jahit dari pemerintah desa, saya membuat sepatu hanya berdua bersama istri (Siti Aisyah-red). Produksinya pun terbatas. Setelah ada bantuan, kami bisa memproduksi minimal 20 pasang sepatu hingga 50 pasang sepatu setiap hari,” kata Tamim.

        Sepatu kasual produksi Tamim dikhususkan untuk pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. ”Kebetulan, saat ini, karyawan kami hanya tiga. Sedang sedikit pesanannya. Kalau sedang ramai, bisa sampai tujuh karyawan yang membantu,” papar Tamim. Ia berharap, usaha rumahan yang digelutinya kembali lancar dan banyak pemesan. (pem/rb/sub)