Kades Rancagede Bedah Rumah Warga

Kepala Desa Rancagede Yani (tiga kanan) bersama pemilik rumah yang dibedah, Senin (18/3).

TANGERANG – Kepala Desa Rancagede Yani sangat peduli dengan warganya yang masih hidup miskin. Ia membantu warganya itu dengan program bedah rumah. Program ini menggunakan uang pribadi Yani dan donatur.

Yani mengatakan, bahwa beda rumah itu dimulai sejak 2017. Hingga sekarang, sudah ada 10 unit rumah yang direnovasi menjadi layak huni.

”Ya, karena kita kan enggak mau terlalu lama menunggu bantuan dari pemerintah daerah. Jadi, saya cari donatur perorangan. Kebetulan ada. Nah, sisanya saya yang nombokin. Setiap satu rumah yang dibedah, biayanya Rp22 juta sampai Rp25 juta,” ujar Yani kepada Tim Saba Desa Radar Banten, Senin (18/3).

Tahun ini, Yani menargetkan empat rumah warganya yang akan direnovasi. ”Bukan apa-apa, Mas (menyebut Radar Banten-red), saya kasihan sama warga. Apalagi yang rumahnya sangat tidak layak,” lanjut Kepala Desa Rancagede dua periode tersebut. 

Yani mengungkapkan, Dana Desa yang diterima Pemerintah Desa Rancagede digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, saluran pembuangan air limbah (SPAL), dan bangunan fisik lainnya. ”Dana Desa, alhamdulillah, sangat membantu kami, khususnya dalam program pembuatan dan perbaikan infrastruktur,” tegasnya.

Sekretaris Desa Rancagede Sutisna menyebutkan, bahwa sebagian warga desa ini menjadi perajin berbahan dasar bambu. ”Ada tikar, lalu ada bakul dan sejenisnya. Yang mana, kerajinannya terbuat dari bambu,” tuturnya.

Sementara, di Kampung Pasirsemut, hampir 50 persen warganya memiliki pekerjaan sampingan sebagai peternak jangkrik.

”Ya untuk sampingan. Untuk mendapatkan tambahan penghasilan  di samping jadi petani. Mungkin bisa 50 persen warga Kampung Pasirsemut melakukan usaha sampingan ternak jangkrik. Karena, di sini (Kampung Pasirsemut-red), jumlahnya (peternak jangkrik-red) ada puluhan. Tapi saya belum pernah menghitung berapa persisnya,” ujar Sutisna.

       Kendati Desa Rancagede berada di pelosok Kabupaten Tangerang, kata Sutisna, pernah meraih juara tiga lomba desa se-Kabupaten Tangerang. ”Kita pernah juara tiga Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tangerang 2017,” pungkasnya. (pem/rb/sub)