Kepala Dinas Tenaga Kerja Cilegon, Erwin Harahap

CILEGON – Bergulirnya pasar bebas ASEAN dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) turut memperketat dan meningkatkan pengawasan pada sektor ketenagakerjaan. Dalam hal ini Tenaga Kerja Asing (TKA).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon, Erwin Harahap mengaku sikap pemerintah pusat itu turut mendorong adanya kesadaran dari TKA yang bekerja di Kota Cilegon. Hal itu terbukti dari adanya peningkatan permohonan perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) di tingkat daerah. “Saya tidak hafal persis jumlahnya, namun jelas pada tahun 2015 lalu permohonan perpanjangan IMTA di Disnaker meningkat,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (30/1/2016).

Ia menambahkan, langkah pengetatan izin IMTA oleh Kemenakertrans pusat lantaran sejumlah faktor. Diantaranya yakni untuk mencegah adanya pergerakan terorisme di tanah air.

Erwin tidak menampik, kendati mengalami peningkatan permohonan perpanjangan IMTA, namun kesadaran TKA yang bekerja pada industri di Cilegon akan pentingnya mengantongi dokumen yang berlaku itu belum secara menyeluruh. “Memang belum hampir semua (taat IMTA), tapi sudah diatas 50 persen lebih baik. Tapi, kita terus lakukan pengawasan. Seperti ada yang kategori turis tapi dia pekerja, tertangkap oleh pengawas,” katanya.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, peningkatan jumlah pemohon perpanjangan IMTA itu diharapkan dapat berdampak positif pada pendapatan yang disumbangkan ke kas daerah. Sayangnya, Kabid Pelatihan dan Penempatan Kerja Disnaker Cilegon, Muhibin yang dikonfirmasi tidak menjawab panggilan telepon wartawan. (Devi Krisna)