Kadupugur Lebih Tertata, Indah, dan Hijau

CIKEUSAL – Dua lingkungan RT di RW 002, Kampung Kadupugur, tampak lebih tertata, indah, dan hijau. Kondisi itu dampak dari semangat warganya yang terpompa setelah lingkungan tempat tinggalnya dinilai oleh tim juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019, awal November lalu.

Saat mengunjungi Kampung Kadupugur, Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal, Rabu (28/11), Radar Banten melihat ada perubahan. Jalan lingkungan di Kadupugur semarak dengan banyak hiasan grafiti hasil kreasi pemuda, jalan lingkungan juga telah rapi dengan pagar yang dicat. Kadupugur pun dilengkapi tanaman tumpang sari, tong sampah, dan gapura serta tiga pos ronda yang telah dibenahi.

Penataan lingkungan RT 01 dan RT 08 itu gayung bersambut dengan kondisi dua tempat wisata milik BUMDes Sukaratu, Taman Mahkota Ratu dan Pesona Ratu. Kadupugur lebih berwarna dengan berbagai bunga dan tanaman hias. Di antaranya bunga matahari, melati, sampai tanaman kebutuhan masak ibu rumah tangga. Tumbuh subur dan tertata rapi di tiap rumah warganya.

Ketua RW 002, Kampung Kadupugur, A Suhandi mengatakan, penataan lingkungan di kampungnya itu telah dilakukan warga selama dua pekan terakhir. Warga melakukannya sesuai catatan dan saran tim juri LKBA.

“Setelah dikunjungi tim juri, warga semakin antusias menata lingkungan. Kini, tinggal beberapa persen saja,” ujar Suhandi saat berbincang dengan Radar Banten.

“Semua dikerjakan warga. Dari bapak-bapak, ibu-ibu, sampai pemuda, alhamdulillah kompak,” tambahnya.

Menurut Suhandi, warga bergotong royong menata lagi kampungnya karena tidak puas dengan hasil penataan sebelumnya. “Jadi, sekarang lebih tertata dan indah,” tegasnya.

Suntinah selaku penggerak lingkungan Kampung Kadupugur menambahkan, semua elemen warga terlibat dalam penataan lingkungan. Ibu-ibu di kampung terlibat dalam setiap proses penataan. Tugasnya membersihkan sampah bekas proses penataan.  “Alhamdulillah, ibu-ibu juga terlibat aktif. Selain menjaga kebersihan lingkungan, juga menata halaman rumah dengan tanaman tumpang sari,” jelas Suntinah.

“Juara tidak menjadi target kami. Tapi, kami ingin menunjukkan kalau Kampung Kadupugur bisa bersih dan tertata rapi,” tandasnya.

Sementara itu, staf Pemerintah Desa Sukaratu Astaya Azis menyatakan jika hasil penataan lingkungan Kadupugur menghadapi penilaian tahap kedua akan lebih maksimal. “Kini, penataan sudah 70 sampai 80 persen. Insya Allah, lebih maksimal,” pungkasnya. (fdr/don/ira)