Kajati: Jangan Sakiti Hati Masyarakat

0
1.013 views
Kepala Kejati Banten Rudi Prabowo Aji

SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dan jajaran memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) di gedung Kejati, Rabu (22/7). HBA ke-60 diperingati berbeda dengan tahun sebelumnya. Peringatan puncak HBA dilaksanakan dengan proses upacara virtual karena pandemi Covid-19.

Di momen HBA itu, Kepala Kejati Banten Rudi Prabowo Aji meminta seluruh pegawai kejaksaan memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Tak lupa, pria kelahiran Semarang, Jateng, tersebut berpesan agar semua pegawai bekerja sesuai tugas dan fungsi.   

Jangan sampai ada pegawai Kejati dan jajaran menzolimi dan menyakiti hati masyarakat Banten. Tindakan tersebut tidak akan ditoleransi selaku pimpinan di Kejati Banten. “Kita ditempatkan di sini, di wilayah Provinsi Banten untuk melayani masyarakat Banten. Jangan pernah ada pegawai Kejati dan seluruh jajaran menyakiti masyarakat Banten, jangan pernah,” kata Rudi.

Alumnus Universitas Diponegoro (Undip) menyiapkan sanksi terhadap pegawai yang melakukan tindakan tercela itu. “Ada teman-teman kita (pegawai kejaksaan-red) sampai menyakiti masyarakat Banten terus terang akan saya tindak,” kata Rudi.

Tindakan-tindakan yang menyakiti masyarakat dapat disampaikan langsung kepada Kajati dan Asisten Pengawasan (Aswas) Lanna Hany Wike Pasaribu. “Ada Bu Aswas (menyebut Lanna Hany Wike Pasaribu-red). Jangan ada yang menyakiti masyarakat di sini, kita harus memberikan pelayanan dan membahagiakan masyarakat Banten,” ucap mantan Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif lainnya pada Jampidum tersebut.

Rudi meminta masyarakat Banten dan media untuk mengawasi perilaku pegawainya terutama di daerah. Ia tidak memungkiri pengawasan terhadap pegawai kejaksaan di lingkungan Kejati dan jajaran tidak maksimal. “Karena mata telinga kita tidak bisa menjangkau ke daerah apalagi setiap hari dan 24 jam. Saya yakin teman media punya mata telinga lebih banyak dari kita. Oleh karena itu tolong dibantu Kejati Banten untuk mendapatkan informasi perilaku teman-teman (pegawai kejaksaan-red) terutama di daerah. Kalau yang di Kejati masih bisa kita awasilah, yang di daerah ini sulit,” kata Rudi.

Rudi mengatakan, dalam momen HBA yang ke-60 ini tema yang diangkat adalah terus bergerak dan berkarya. Harus ada tindakan nyata dan menghasilkan karya untuk masyarakat Banten. “Kita harus selalu bergerak dan berkarya utamanya karya untuk masyarakat Banten,” kata mantan Wakajati Jatim tersebut.

Di era kepemimpinannya, sudah banyak yang diperbuat. Di antaranya, penerapan zona  integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Selain itu, sistem layanan masyarakat di pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). “Kita sedang benahi, saya berharap ini (layanan di PTSP-red) langgeng dan diteruskan oleh teman-teman yang akan datang,” tuturnya. (mg05/air)