Kak Seto Sarankan Ada Tes Psikologi di Seleksi Anggota Paskibra

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi berfoto bersama dengan anggota Paskibra Kota Tangsel di Lapangan Cilenggang, Rabu (14/8). Dok Pribadi For Radar Banten

TANGERANG – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mendatangi lokasi latihan Paskibra Kota Tangsel di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Rabu (14/8). Kedatangan pria yang akrab dipanggil Kak Seto sekira pukul 09.30 WIB itu untuk melihat kondisi mental para 49 anggota paskibra, pasca kematian rekan mereka, Aurellia Qurrotain.

“Ternyata mereka (anggota Paskibra-red) semuanya terlihat enjoy menjalani pelatihan,” katanya. ”Dan Saya bersyukur, semuanya bisa tetap fokus menerima materi latihan,” tambahnya.  

Pasca kematian Aurel, Kak Seto meminta Pemkot Tangsel membuat tes psikologi terhadap para calon anggota Paskibra. “Koreksi saya, tes psikologi dimasukkan saat seleksi. Jadi, ketahuan betul mental anak yang lulus Paskibra, tahan banting atau tidak. Ini agar kejadian wafatnya Aurel tidak terulang kembali,” ucapnya.

Kak Seto juga mengapresiasi sikap Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang telah menuntaskan penyelesaian kasus kematian Aurel. “Saya apresiasi kinerja Pemkot dan kepolisian. Apalagi bu Airin berani secara terbuka meminta maaf kepada publik saat penyampaian hasil rilis di Mapolres Tangsel,” terangnya.

Sebelumnya, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta maaf atas kejadian yang menimpa kepada Aurel. Ia menyatakan menjadi anggota Paskibra memang sebuah kebanggaan, meski harus melalui pelatihan yang padat.

“Saya pribadi dan pemerintah, minta maaf. Setelah kejadian ini, akan dilakukan evaluasi. Tim inspektorat akan melakukan penanganan terhadap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan PPI,” imbuhnya. (you/asp/sub)