Kakanwil Kemenag Banten Apresiasi Warga Banten Junjung Tinggi Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

0
2075
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Nanang Fatchurochman

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Nanang Fatchurochman mengawali kepemimpinannya sejak tiga bulan lalu rajin bersilaturahmi dan bertukar pikiran dengan para ulama dan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu di Banten. Silaturahmi ini sekaligus untuk merawat dan menjaga kerukunan umat beragama di Banten yang sudah terjalin dengan baik.

Silaturahmi dengan para ulama, tokoh agama, dan pimpinan ormas Islam dilaksanakan baik secara formal maupun informal. Antara lain mengunjungi pondok pesantren tempat para ulama/kiai mengabdikan diri membimbing umat dan menghadiri kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ormas Islam.

KUNJUNGI GKI SERANG

Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman berbincang di GKI dengan Pembimas Kristen Junit Sihombing dan Pendeta Benny Halim.
Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman berbincang di GKI dengan Pembimas Kristen Junit Sihombing dan Pendeta Benny Halim.

Hal serupa juga dilakukan dengan tokoh agama dan organisasi agama lainnya. Seperti pada Senin (24/5) berkunjung ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Serang. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten Nanang Fatchurochman yang disambut oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Junit Sihombing, Pendeta Benny Halim, dan Musyawarah Pimpinan Gereja-Gereja (Muspija) Provinsi Banten, melihat kondisi gereja dan sekolah yang dikelola Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Serang, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

Junit Sihombing mengucapkan selamat datang dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kakanwil ke GKI sehingga dapat melihat langsung kondisi gereja dan bersilaturahmi dengan para pendeta.

Hal yang sama dikatakan Pendeta Benny Halim. “Saya sangat berterima kasih kepada Kepala Kanwil Kemenag Banten karena telah mengunjungi rumah ibadah kami,” ungkap Benny.

Bahkan Benny merasa bangga ketika ruang kerjanya di kunjungi Kakanwil. Pada kesempatan itu, Benny memberikan kenang-kenangan beberapa eksemplar buku kepada Kakanwil.

Kakanwil yang disambut dengan ramah mengatakan, masyarakat Banten selalu menjunjung tinggi toleransi beragama hingga terciptalah kerukunan umat beragama.

“Semoga kerukunan ini bisa terus diciptakan. Tujuan saya di sini bersilaturahmi dan ingin sekali memberikan pesan positif kepada masyarakat dalam menanamkan sikap toleransi beragama bahwa hidup itu indah jika kita bersama-sama bergandengan tangan, tidak melihat warna kulit, budaya, suku dan agama,” ungkap Nanang.

KUNJUNGI GEREJA KRISTUS RAJA

Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman (tengah) foto bersama di depan Gereta Kristus Raja usai beraudiensi dengan tokoh agama Katolik.

Senin (24/5), Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman juga mengunjungi Gereja Kristus Raja di Kota Serang. Kedatangannya disambut Pembimas Katolik Osner Purba, Romo Yohanes Suradi, dan tokoh Katolik lainnya.

Pada kesempatan itu, Romo Yohanes Suradi menceritakan secara singkat Gereja Kristus Raja yang dibangun sejak tahun 1955, toleransi dan kerukunan umat hingga saat ini. Tak hanya itu, Romo Yohanes Suradi memaparkan pelayanan kepada umat selama pandemi Covid-19 yang dilakukan melalui video streaming.

“Kerukunan umat beragama sangat baik. Lahan parkir kami dipergunakan oleh umat muslim yang salat Jumat di Masjid Agung Serang. Begitu pula setiap ada perayaan hari besar, kami diperbolehkan menggunakan lahan parkir Masjid Agung Serang,” ungkap Romo Yohanes Suradi.

Pembimas Katolik Osner Purba berterima kasih atas kedatangan Kakanwil. “Bagaimana pun Kakanwil ini adalah sosok yang harus selalu menjaga kerukunan beragama. Maka dari itu hadirnya Pak Nanang ke rumah ibadah kami hari ini sangat kami apresiasi dan saya ucapkan terimakasih untuknya,” kata Osner.

Pada kesempatan itu, Kakanwil menyatakan bahwa dirinya perlu mengayomi seluruh umat beragama. “Saya tegaskan, saya itu Kakanwil Kemenag Provinsi Banten milik seluruh umat beragama, milik seluruh organisasi masyarakat dan milik seluruh lapisan masyarakat. Jadi bagaimana pun menjaga kerukunan umat beragama adalah tugas saya,” ungkapnya. Ia berharap agar masyarakat Banten terus menjaga kerukunan beragama.

BERI ANGPAU DI KLENTENG KHONGCU BIO

Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman (tengah) foto bersama di depan Klenteng Khongcu Bio.

Pada Rabu (26/5) Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman diterima dengan baik saat bersilaturahim ke umat beragama Khonghucu di Klenteng Khongcu Bio, Kota Tangerang dan bertemu Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Provinsi Banten Mahi Hartono. Kakanwil yang disambut dengan atraksi seni barongsai memberikan angpau.

“Hari ini saya sedang berada di rumah ibadah Khonghucu. Umat Khonghucu sangat ramah menyambut saya. Saya diterima baik di sini,” ucap Kakanwil.

Menurutnya, keramahan yang diberikan umat Khonghucu adalah suatu cerminan bahwa masyarakat Indonesia selalu mengedepankan toleransi dalam kehidupan sehari-harinya. “Ini adalah bukti nyata masyarakat Indonesia selalu mengedepankan toleransi beragama maka dari itu hal tersebut perlu dijaga karena sebagai modal untuk menjadikan Indonesia maju,” ungkapnya.

Ketua Matakin Provinsi Banten Mahi Hartono mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kakanwil. “Saya sebagai Matakin mengucapkan terimakasih kepada Pak Nanang. Semoga ke depannya kerukunan bisa selalu terjaga dan keharmonisan untuk negara Indonesia ini bisa menghasilkan ketentraman dan keharmonisan. Semoga kita bisa saling bahu membahu untuk memajukan Indonesia ini,” katanya.

MESIMAKRAMA DENGAN TOKOH HINDU

Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman foto bersama dengan tokoh agama Hindu di Pura Kertajaya.

Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman melakukan simakrama/ pertemuan dengan tokoh agama Hindu se-Provinsi Banten di wantilan Pura Kertajaya, Kota Tangerang, Kamis (27/5).

Kakanwil mendapat sambutan yang hangat dari Ketua Parisada Hindu Dharma Provinsi Banten, Pembimas Hindu Sunarto, dan pengurus Pura Kertajaya Kota Tangerang.

Sebelum acara simakrama, diawali dengan pemakaian Destar Tridatu dan acara tiup lilin karena pada hari itu Nanang Fatchurochman sedang berulang tahun ke-52.

Kakanwil mengapresiasi umat Hindu yang sudah menjalin dan memperkokoh kerukunan antar umat agama. “Inilah wujud nyata dan indahnya keberagaman, toleransi, dan keharmonisan antar umat beragama yang menjadi wajah masyarakat kita, NKRI yang berlandaskan ideologi Pancasila,” ungkap Kakanwil.

Kakanwil berpesan kepada Pembimas Hindu bahwa pendidikan agama harus selalu ditingkatkan dan menjadi fokus dalam program kerja. “Pendidikan agama harus diperhatikan benar-benar oleh Pembimas. Juga dukungan penuh kepada para guru dan anggota penyuluh agama Hindu,” katanya.

Ketua PHDI Provinsi Banten Ida Bagus Alit Wiratmaja mengapresiasi Kakanwil yang sudah mengagendakan kunjungan ke rumah ibadah agama di Banten. “Suatu kebanggaan umat Hindu di Banten, khususnya Kota Tangerang. Kakanwil dapat hadir di rumah ibadah agama Hindu, dalam hal ini Pura Kertajaya, Kota Tangerang” ujar Alit.

Pembimas Hindu Sunarto menyatakan, kehadiran Kakanwil sebagai bentuk negara hadir dalam kegiatan keagamaan. “Supaya terjalin silaturahmi, kerukunan antar umat beragama, dan bersinergi dengan tokoh-tokoh agama. Kami juga dapat menyampaikan aspirasi kepada Kakanwil,” katanya.

PERINGATI HARI WAISAK

Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman (baju putih) mendapatkan cendera mata pada peringatan Hari Waisak.

Kakanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman menghadiri perayaan Hari Waisak Tingkat Nasional Keluarga Budhis Theravada Indonesia (KBTI) yang digelar secara sederhana dan secara virtual dengan menerapkan prokes ketat, Kamis (27/5). Perayaan Tri Suci Waisak 2565 tahun Buddhis yang digelar di Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibumi BSD Tangerang Selatan, umat Buddha medoakan agar bangsa Indonesia khususnya Banten segera terbebas dari wabah Covid-19.

Kakanwil mengapresiasi umat Buddha atas perayaan Tri Suci Waisak 2565 yang digelar secara khidmat dan sederhana sesuai anjuran pemerintah dan protokol kesehatan. “Melalui momentum perayaan Waisak ini saya mengajak kepada setiap umat beragama untuk terlibat aktif menjaga persatuan, kerukunan, dan nilai-nilai toleransi sehingga tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah antar umat maupun anak bangsa,” ungkapnya.

Pembimas Buddha Triroso menyampaikan, perayaan Tri Suci Waisak bertema “Cinta Kasih Menjaga Kebhinekaan Membangun Keluhuran Bangsa” dilaksanakan secara virtual tak mengurangi esensi. Menurutnya, ajaran cinta kasih terhadap sesama adalah salah satu cara yang efektif untuk menjaga kebhinekaan dan butir-butir ajaran Tri Dharma. Cinta kasih juga sangat relevan dalam memerangi wabah Covid-19 yang sedang melanda.

Kegiatan itu dihadiri Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Kementerian Agama RI Supriyadi, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Bhikkhu Subhapanno, Ketua Umum Atthasilani Theravada Indonesia Atthasilani Gunanandi, Ketua Umum Magabudhi Pandita Dharmanadi Chandra, Ketua Umum Wandani Wenny Lo, Ketua Umum Patria Teddy Wijaya, Ketua Umum Permabudhi Arief Harsono. Ketua FKUB Banten AM Romly, dan para tokoh lintas agama. (*/aas)