Kaki Santi Diamputasi, Sopir Truk Jadi Tersangka

0
1.122 views
Santi terbaring di ruang ICU RS Sari Asih, Kota Serang, Kamis, (22/12). Ibu rumah tangga ini menjalani perawatan setelah kaki kanannya diamputasi.

SERANG – Dua korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Jakarta, Kota Serang, telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang. Salah satu korban bernama Santi (38) telah diamputasi kaki kanannya pada Rabu (21/12) malam.

Santi menjalani perawatan pemulihan di ruang ICU. Kaki kanannya telah dipotong sebatas lutut dan dibalut perban. Ibu rumah tangga warga Kampung Sepanjangkebon, Kelurahan Tenjoayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, itu sebenarnya sudah dapat berkomunikasi. Namun, saat Radar Banten mengunjunginya, kemarin siang (22/12), Santi sedang tidur.

Santi merupakan penumpang sepeda motor Honda CB150R (sebelumnya ditulis Yamaha Vixion,-Red) bernomor polisi A 4841 HA. Wanita ini dibonceng Sahib (40), suaminya, ketika kecelakaan terjadi. Sepeda motor mereka ditabrak truk pengangkut pasir bernomor polisi B 9126 TYT di Jalan Raya Jakarta pada Rabu (21/12) siang. Santi dan sepeda motornya ikut terseret truk yang terguling setelah menghindari sebuah angkot ketika hendak putar arah di ruas jalan nasional, tepat di depan Kampus STIE Bina Bangsa. Kaki kanan Santi luka parah.

Di ruang ICU RS Sari Asih, adik kandung Santi, Mukrad (25), mengaku sampai tak sanggup melihat luka pada kaki kanan Santi. Ibu kandung Santi bahkan sampai pingsan ketika melihat lukanya. Daging berikut kulit di kaki kanan Santi terkelupas.

Menurut Mukrad, keluarganya sempat menolak anjuran dokter untuk mengamputasi kaki kanan Santi. Namun, karena dokter mengatakan bahwa amputasi diyakini menjadi penanganan medis untuk menyelamatkan nyawa Santi, keluarganya menyetujui anjuran dokter.

“Semalam (Rabu, 21/12) sekira pukul 22.00 WIB, dioperasi (amputasi-red). Kata dokter, kalau tidak diamputasi, akan terjadi pembusukan dan akan menyebar karena kulitnya habis, tinggal tulang. Bahkan kata dokter, bisa berujung pada kematian. Akhirnya mau tidak mau harus pasrah menerima kenyataan, asalkan kakak saya selamat,” ujar Mukrad.

Sementara, Sahib sedang menjalani perawatan di ruang lain RS Sari Asih, Kota Serang. Suami dari Santi ini juga mengalami luka cukup serius. Persendian siku kanannya disebutkan bergeser, sedangkan ketiak kanan dan lutut kanannya mengalami luka lecet.

Untuk membiayai perawatan suami-istri asal Kampung Sepanjangkebon itu, menurut Mukrad, pihaknya telah menerima santunan dari PT Jasa Raharja. Kendati demikian, Mukrad tetap menuntut sopir truk yang menabrak keluarganya dan perusahaan yang mempekerjakan sopir itu untuk bertanggung jawab.

“Dari Jasa Raharja kan enggak cukup. Buat biaya perawatan kakak saya Santi saja Rp7 juta, kamar Rp800 ribu semalam. Ini kan pasti lama bermalam-malam di sini (RS Sari Asih-red),” urai Mukrad.

Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lucky Permana menyatakan bahwa sopir truk bernama Widodo, warga Kota Cilegon, telah ditetapkan sebagai tersangka. “Itu benar (Widodo ditetapkan tersangka-red). Sekarang (kemarin-red), masih dalam penyidikan,” pungkasnya. (Haris/Radar Banten)