KAMMI Banten Unjuk Rasa Kritisi Kebijakan Presiden Jokowi

0
546 views

SERANG- Sebanyak 86 mahasiswa yang tergabung dalam organisasi KAMMI Banten berunjukrasa di samping alun-alun barat Kota Serang, Jumat(13/1). Sebelumnya puluhan aktifis mahasiswa tersebut berunjuk rasa di depan kampus IAIN Banten dan berjalan menuju alun-alun barat Kota Serang.

Dalam unjuk rasa tersebut puluhan aktifis KAMMI mengeluhkan terkait kebijakan pemerintah RI Jokowi. Mereka menuntut sejumlah kebijakan Jokowi yang dinilai tidak pro rakyat.”Kami dari aktifis KAMMI menuntut agar pemerintah mengembalikan subsidi listrik untuk rakyat, kaji ulang PP NO.66 tahun 2016 mengenai PNBP, stabilkan harga swmbako, stop liberalisasi tenaga kerja asing kemudian evaluasi partai pendukung pemerintah,” kata Deni Setiadi Effendi, ketua KAMMI Banten di sela-sela aksi unjuk rasa.

Deni menjelaskan terasa menghkhawatirkan tatkala harga sembako melambung tinggi dan Rakyat tak punya daya beli, disitulah kehidupan rakyat terancam. Ekonomi semakin lesuh dan Rakyat Miskin ”Menurun” (diturunkan Kemiskinan ke anak cucunya). Sepertinya ketidakadilan sudah dirasakan banyak pihak termasuk rakyat di Setiap Desa. Utang Luar Negeri pun sudah sangat besar per agustus 2016 mencapai Rp 4.215 Triliun.

“Saat Kampanye Pilpres masih teringat bahwa Presiden Jokowi tak akan menambah Utang Luar Negeri, Tapi itu hanya sekedar janji-janji manis yang berubah menjadi Janji Hoax. Yang paling memilukan disaat Karyawan Warga Negara Indonesia (Asli Pribumi) di PHK dimana-mana, namun disaat bersamaan Tenaga Kerja Asing Ilegal menyerbu Indonesia dan diperkerjakan dengan baik, lalu apakah ini yang dinamakan Keadilan,” pungkasnya.

Menurutnya negara ini dipimpin oleh orang-orang Partai Politik yang seharusnya memihak dan memperjuangkan hak-hak rakyat, namun fenomena hari ini, Politik Kartel semakin subur di Negara tercinta ini. Semua dikondisikan dengan berbagai tawaran demi membungkam Partai Politik. “Jika sudah demikian bisakah Partai Politik berpihak pada rakyat atau masih berpihak pada penguasa. Dari alasan itulah kami turun ke jalan untuk menyampaikan aspiraksi rakyat,” tambahnya. (Adef)