KAMMI Serang Minta Kepolisian Usut Tuntas Insiden Bendera di Jawilan

0
577 views

SERANG – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang Serang meminta penegak hukum Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengibaran bendera perusahaan asal Taiwan. Sebab warga menilai, bendera yang dikibarkan PT Kenda Rubber yang berada di Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung KM 05 Kampung Kareo Tegal, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, telah melecehkan lambang negara Indonesia.

“Kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) terus dipertaruhkan. Pelecehan terhadap lambang NKRI kembali terjadi. Kali ini dilakukan PT Kenda Rubber Indonesia yang mengibarkan bendera merah putih bertulisan Mandarin. Perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang tersebut sempat didatangi oleh warga setempat, dan ini harus diusut tuntas, agar kasus ini tak jadi pemahaman liar di masyarakat,” kata Imam Maulana, Ketua Umum KAMMI Serang melalui rilis yang diterima Radar Banten Online, Sabtu (4/2).

Imam menjelaskan, penodaan terhadap lambang negara Indonesia ini tentu tidak bisa ditoleril. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, terutama pada Pasal 24. Bahwa ada beberapa hal yang dilarang terhadap Bendera Negara, yakni seperti merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara, memakai bendera negara untuk reklame atau iklan komersial, mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam, mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada bendera negara, dan memakai bendera negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

Dengan didasari keprihatinan yang mendalam atas situasi yang terjadi ini, maka pihak dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Serang, menuntut :

  1. Kepolisian harus tegas mengusut tuntas kasus penodaan terhadap lambang negara oleh PT Kenda Rubber Indonesia.
  2. Kepolisian harus berperan aktif untuk menjaga kedaulatan negara, khususnya agar kasus serupa ini tidak terulang kembali.
  3. Mengajak kepada seluruh masyarakat Banten agar sama-sama menjaga kedaulatan NKRI.
  4. Presiden Jokowi harus terlibat dalam mendorong penegakan supremasi hukum.

(*/Ade F)