Kampanye di Media Massa 21 Hari

Ilustrasi

SERANG – Masa kampanye Pemilu 2019 memasuki
puncaknya mulai 24 Maret mendatang. Hal itu lantaran jadwal kampanye rapat umum
dan kampanye media massa peserta pemilu dilaksanakan 21 hari jelang masa
tenang, atau 24 Maret hingga 13 April 2019.

Menurut Ketua KPU Provinsi Banten, Wahyul Furqon, kampanye peserta pemilu di media massa ada yang difasilitasi oleh KPU, dan ada yang diserahkan kepada peserta pemilu secara mandiri.

“Pekan depan peserta pemilu sudah
boleh kampanye di media massa secara mandiri. Aturannya sudah kami sampaikan
pekan lalu,” kata Wahyul kemarin.

Ia menuturkan, peserta pemilu tingkat provinsi yang difasilitasi KPU  Banten hanya DPD RI. Sementara parpol tingkat provinsi tidak difasilitasi, namun diperbolehkan secara mandiri.

“Kami sudah sosialisasikan petunjuk teknis (juknis) yang telah dibuat oleh KPU RI untuk fasilitasi iklan kampanye. Juknis dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU No. 581/PL.02.4-Kpt/06/KPU/III/2019. Sebagaimana tertuang dalam SK, KPU Provinsi berkewajiban memfasilitasi penayangan iklan di media massa bagi Calon Anggota DPD, sedangkan partai politik difasilitasi oleh KPU RI,” ungkapnya.

Prinsipnya, lanjut Wahyul, peserta memiliki hak untuk kampanye di media massa, untuk mengenalkan diri pada masyarakat. “Tapi ada aturannya, sehingga peserta pemilu tidak bisa sembarangan,” ungkapnya.

Ketua Divisi, Sosialisaai, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Maayarakat KPU Banten Eka Satialaksmana memaparkan, jadwal kampanye media massa boleh dilaksanakan 21 hari jelang masa tenang, atau 24 Maret 2019 – 13 April 2019.

“Kampanye rapat umum waktunya
berbarengan dengan kampanye media massa, waktunya 21 hari,” katanya.

Materi iklan kampanye yang difasilitasi oleh KPU, kata Eka, dibuat oleh masing-masing peserta pemilu dengan biaya sendiri. Untuk penyerahan desain dan materi iklan, diserahkan ke KPU Banten paling lambat 16 Maret 2019. “Pada saat penyerahan desain dan materi, akan dibuat dalam Berita Acara dan disaksikan oleh Bawaslu Banten,” tutur Eka.

Di luar dari iklan kampanye yang difasilitasi oleh KPU, peserta pemilu dapat melakukan kampanye secara mandiri melalui iklan kampanye di media cetak, media elektronik, media dalam jaringan, dan media sosial serta lembaga penyiaran. “Untuk pemasangan iklan di media cetak oleh peserta pemilu paling besar 1 halaman, kemudian iklan di radio paling banyak 10 spot dengan durasi paling lama 60 detik per spot, untuk media televisi diperbolehkan memasang iklan 10 spot dengan durasi paling lama 30 detik per spot, sedangkan media daring paling banyak 1 banner untuk setiap media, dan media sosial paling lama 1 spot berdurasi paling lama 30 detik,” jelas Eka.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hubungan antar Lembaga Bawaslu Banten Sam’ani mengatakan, sesuai aturan peserta pemilu dipersilakan kampanye di media massa. Hanya saja ia meminta peserta pemilu mematuhi aturan. “Adapun konten iklan yang dibuat, baik iklan yang difasilitasi KPU atau pun iklan mandiri, wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika periklanan,” katanya.          Selama ini, lanjut Sam’ani, peserta pemilu sangat menunggu masa kampanye di media massa. “Pekan depan sudah waktunya, silakan dimanfaatkan,” jelasnya. (Deni S/RBG)