Kampanye di Musala, Caleg DPRD Serang jadi Tersangka

Kepala Kejari Serang Azhari

SERANG – Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Serang berinisial AG resmi menyandang status tersangka. AG dituduh berkampanye di salah satu tempat ibadah di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Maret 2019 lalu.

AG diketahui berstatus tersangka usai Kejaksaan Negeri (Kejari Serang) menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Serang, Rabu (24/4) lalu.

“Awalnya mereka (Sentra Gakkumdu-red) mengirimkan SPDP umum (tanpa tersangka-red) kepada kami. Tapi, kemudian mereka telah mengirim lagi SPDP dengan tersangka berinisial AG kepada kami Rabu kemarin,” ujar sumber Radar Banten di lingkungan Kejari Serang, Minggu (28/4).

AG diduga melakukan tindak pidana pemilu. AG disangka melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. AG terancam pidana penjara selama dua tahun sesuai Pasal 521 undang-undang yang sama. “Ancaman pidananya selama dua tahun dan denda Rp24 juta,” ucapnya.

AG diadukan ke Sentra Gakkumdu Kabupaten Serang Maret 2019 lalu. Diduga AG berkampanye di sebuah musala di daerah Carenang. Aktivitas AG direkam melalui kamera ponsel oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya. Berdasarkan rekaman, itu AG diproses.

“Ada satu berkas yang sudah masuk ke kami. Kami harus segera sidangkan dan limpahkan karena perkara pemilu mempunyai batas waktu,” kata Kepala Kejari Serang Azhari saat dikonfirmasi, Kamis (25/4). 

Azhari yakin perkara tersebut dapat dituntaskan sebelum batas waktu yang diberikan. Berdasarkan Pasal 261-263 UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu, Anggota DPR, DPD, dan DPRD, penyidikan pidana pemilu dibatasi 14 hari, penuntutan lima hari, dan persidangan tujuh hari.

“Saya yakin akan dapat diselesaikan tepat waktu. Kan sudah ada sinergitas di Gakkumdu, itu kecil kemungkinan berkasnya bolak-balik,” ucap Kajari.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) David Chandra Babega mengaku, penyidikan telah rampung. “Intinya tinggal menunggu P-21,” singkat David. (mg05/nda/ira)