Kampung di Kota Serang Ini Punya Sumber Belerang yang Bisa Sembuhkan Penyakit

SERANG – Asngad (61) terlihat sedang asyik berbincang dengan sejumlah remaja di sebuah warung yang terbuat dari bilik bambu dan beratap rumbia. Hanya beberapa meter dari tempat Asngad bercakap-cakap terdapat sebuah kubangan dengan sejumlah titik semburan belerang.

Kubangan dengan sejumlah titik semburan belerang tersebut terlihat menarik, mengingat  Kampung Cibetik, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, tersebut bukan area pegunungan yang biasa terdapat sumber belerang. Kampung tersebut merupakan dataran rendah dengan hamparan sawah tadah hujan yang sangat luas.

Kepada awak media Asngad bercerita, sumber belerang tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Asngad pun mengetahui sumber tersebut selama dirinya hidup. “Saya belum ada juga ini mah sudah ada, udah dari dulu, lama banget Pak,” kata Asngad antusias.

Jika hujan, area yang menyerupai sawah tersebut akan digenangi air dengan golakan air belerang, sedangkan saat kemarau panjang hanya tercium baunya saja.

Masyarakat sangat percaya air di kubangan tersebut memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit, khususnya penyakit kulit. Karena itu, banyak masyarakat sekitar maupun dari luar daerah yang datang untuk mandi di kubangan tersebut.

“Dari jauh juga ada, dari Lampung, Jakarta, sekitar sini, kalau sore aja, ada deh yang mandi,” kata Asngad.

Keterangan Asngad diperkuat dengan banyaknya pakaian-pakaian bekas yang ditinggalkan oleh masyarakat yang berobat dengan cara mandi di kubangan tersebut. “Tuh lihat banyak kan, baju, celana, itu sebagian udah dibakarin,” ujarnya.

Meski berada sudah sangat lama dan dinilai memiliki khasiat, kubangan tersebut dibiarkan alami, tanpa ada pembangunan fasilitas. Tak ada satupun masyarakat yang berani mengotak atik sumber belerang tersebut.

“Yang larang bukan manusia, katanya sih jangan diapai-apain,” kata Asnan (71) yang disebut Asngad sebagai kuncen kubangan belerang tersebut.

Masyarakat yang mandi dan berobat pun tidak dipungut biaya apapun. Semuanya dbiarkan begitu saja, secara alami. “Sampai sekarang yah tetap begini, gak ada yang berani ubah-ubah,” ujarnya.

Asnan juga tidak tahu dari mana asal belerang itu dan kapan pertama kali keluar. Namun Asnan memastikan tidak ada pipa gas yang ditanam di area tersebut.

Tertarik untuk berobat atau hanya melihat langsung sumber belerang tersebut? (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)