Kampung Lukis Bisa Jadi Contoh Kampung Kreatif

Pelaksana tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi (kanan) saat mengunjungi Kampung Lukis di Lingkungan Ramanuju Baru, RT 04 RW 09, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis (29/3).

CILEGON – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi meninjau Kampung Lukis di Lingkungan Ramanuju Baru, Kecamatan Citangkil, Kamis (29/3). Kunjungan Edi didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Cilegon Heri Mardiana dan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Cilegon Nurrotul Uyun.

Edi mengapresiasi warga lingkungan tersebut, yang telah berkreasi membangun lingkungannya tanpa mengandalkan anggaran dari pemerintah. Warga dinilai berhasil mengubah lingkungan menjadi indah dan bernilai seni. “Bagus, saya rasa bisa menjadi contoh,” kata Edi.

Diakui Edi, Pemkot Cilegon belum mengalokasikan anggaran untuk keperluan yang dibutuhkan Kampung Lukis. Namun, menurutnya, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan memberikan anggaran jika lingkungan lain di Kota Cilegon juga memiliki ide kreatif. “Ide kreatif dan kesadaran atas lingkungan itu penting dimiliki masyarakat agar lingkungan bisa menjadi nyaman,” kata Edi.

Menurutnya, lingkungan yang indah bisa menjadi alternatif untuk masyarakat menghabiskan waktu liburan. Namun untuk ditetapkan menjadi destinasi wisata, menurutnya memerlukan sejumlah persiapan lainnya. Salah satunya ketersediaan lahan parkir dan toilet umum.

Apresiasi pun diberikan Nurrotul Uyun kepada warga Kampung Lukis. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh warga merupakan contoh positif yang nyata. “Kepedulian terhadap lingkungan memang harus muncul dari diri warga sekitarnya,” kata Uyun.

Uyun menilai, lingkungan itu bisa menjadi tujuan wisata baru baik bagi warga Kota Cilegon maupun luar Kota Cilegon. Adapun sejumlah kekurangan seperti yang diungkapkan oleh Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi, itu bisa disokong oleh pemerintah.

Karena itu, menurut Uyun, DPRD akan mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar lingkungan itu masuk ke dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kota Cilegon.

Untuk diketahui, lukisan-lukisan yang ada di setiap tembok rumah warga tersebut merupakan hasil karya pelukis Nurul Anwar. Berbagai macam lukisan indah itu hanya dibuat oleh Anwar seorang diri. “Ini sudah dua bulanan, baru setengah dari target rumah. Kan semuanya ada sekitar 100-an rumah,” kata Anwar.

Menurut Anwar, cat-cat yang digunakan adalah cat dengan kualitas baik dan tahan panas serta air. Semua cat yang digunakan merupakan hasil patungan warga. Untuk konsep lukisan, lanjut Anwar, menyesuaikan dengan keinginan pemilik rumah.

“Satu minggu bisa habis empat kaleng yang ukuran satu kilo dan satu ukuran 2,5 kilo. Tapi, bergantung tembok yang dilukisnya sih. Kalau tembok kasar lebih boros catnya,” ujarnya. (mg09/ibm/ira/RBG)