Kampung Sejahtera Tingkatkan Kualitas Permukiman di Kohod

Gapura Kampung Sejahtera di Desa Kohod.

          TANGERANG – Desa Kohod di Kecamatan Pakuhaji berbeda dengan desa lain. Di desa berpenduduk 8.755 jiwa ini, ada Kampung Sejahtera. Kampung untuk meningkatkan kualitas permukiman ini dibangun oleh Organisasi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

Kepala Urusan Perencanaan Desa Kohod Sutisna mengatakan, Kampung Sejahtera itu diresmikan oleh ibu negara Iriana Joko Widodo pada 2017. Untuk membangunnya, OASE-KK menggandeng lintas kementerian, lembaga/instansi swasta, dan pemerintah daerah.

”Pembentukan Kampung Sejahtera itu untuk meningkatkan kualitas permukiman di Desa Kohod dan sekarang sudah terasa,” katanya mengawali cerita kepada Tim Saba Desa Radar Banten di Kantor Desa Kohod, Jalan Raya Kali Baru KM 02, Kamis (28/3).

          Sutisna menerangkan, Kampung Sejahtera di Kampung Alar ini cuma ada satu di Provinsi Banten. Serta, menjadi salah satu dari tiga provinsi yang memiliki Kampung Sejahtera di Indonesia, Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Alhamdulillah, programnya saat ini masih berjalan terhitung dari 2017-2019. Programnya pembangunan infrastruktur mulai dari jalan, pendidikan anak usia dini (PAUD), bedah rumah, gedung pemberdayaan masyarakat, dan lainnya,” terang Sutisna.

Kampung Sejahtera ini membantu desa dalam percepatan pembangunan permukiman. Saat ini, pembangunan infrastruktur di Kohod mencapai sekira 95 persen dan akan dituntaskan pada 2019 ini. Desa ini memiliki lima kampung. Yakni. Kohod, Pintuair, Tanjungburung, Alar, dan Alar Jiban.

          Sementara, Kepala Desa Kohod Rohaman menjelaskan, bahwa pemerintahannya telah menyusun struktur kepengurusan badan usaha milik desa (BUMDes). ”Strukturnya memang sudah kami susun. Sedangkan unit usahanya sedang kami matangkan. Rencananya akan diisi dengan unit usaha alat pertanian dan nelayan. Unit usaha tersebut dipilih karena mayoritas penduduknya petani dan nelayan,” jelasnya.

”Kami ingin membuat kios untuk pupuk bersubsidi. Tetapi masih diupayakan, karena masih menggodok perizinan usahanya,” tutup Rohaman. (pem/rb/sub)