Kampung Terinovatif Bukan Soal Penerapan TTG

0
790 views
Camat Jawilan Agus Saefudin mengingatkan bahwa kesuksesan LKBA butuh peran dan partisipasi masyarakat, di gedung PGRI Cabang Jawilan, Kamis (30/1).

JAWILAN – Setidaknya, ada enam kategori untuk kampung bersih di Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020. Kategori kampung terinovatif tetap ada. Namun, berbeda dengan LKBA 2019. Dalam komponen penilaiannya, tidak lagi terkait penerapan teknologi tepat guna (TTG) yang berhubungan dengan kebersihan.

“Sebelumnya (di LKBA 2019-red), kampung inovatif ini menilai terkait adanya teknologi tepat guna. Tapi, hasil evaluasi 2019, tidak semua desa memilikinya. Makanya, kita ubah,” ungkap Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi saat menyosialisasikan LKBA 2020 di gedung PGRI Cabang Jawilan, Kamis (30/1).

Sosialisasi yang dirangkai dengan workshop itu untuk peserta lomba di wilayah Kecamatan Jawilan dan Kopo.

Sosialisasi dan workshop kedelapan ini dihadiri oleh Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Banten AKBP Lilik Supratman, Kasi Orsosmas Ditbinmas Polda Banten AKBP Alimuda Pulungan, Sekretaris DPMD Kabupaten Serang Ratna Ningsih, Camat Jawilan Agus Saepudin, Camat Kopo Tenda Subekti, Kapolsek Jawilan Iptu Yusuf Dwi Atmojo, perwakilan UPT puskesmas, kepala desa, anggota karang taruna, ketua RW se-Kecamatan Jawilan dan Kopo.

Ada tiga komponen penilaian dalam kampung terinovatif. Pertama, berkaitan dengan kebaruan atau terobosan atau inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Kemudian, jumlah masyarakat yang terlibat. Dan terakhir, dampak yang ditimbulkan dari kebaruan atau terobosan atau inovasi yang dilakukan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

“Misalnya, terobosan dalam melakukan keamanan lingkungan, mengelola sampah,” jelas Mashudi.

Di LKBA 2020, kategori yang dilombakan dan penilaian untuk peserta pemula dan berkembang juga dibedakan. Kategori pemula, ada partisipasi masyarakat terbaik, kelompok pemuda penggerak lingkungan, lingkungan paling berbunga dan aman, serta pengelolaan lingkungan terbaik dan aman. Untuk kategori berkembang, partisipasi masyarakat terbaik, kelompok pemuda penggerak lingkungan, lingkungan paling berbunga dan aman, pengelolaan lingkungan terbaik dan aman, serta pengelolaan sampah terbaik.

Sementara, Camat Jawilan Agus Saepudin mengatakan, sosialisasi dan workshop tersebut penting dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan LKBA. Ia pun mengaku optimistis partisipasi ketua dan pengurus lingkungan rukun warga (RW) dalam pelaksanaan lomba akan meningkat.

“Mudah-mudahan, di LKBA 2020 ini mendorong perilaku hidup bersih dan sehat. Sejalan dengan lomba ini dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih juga aman,” ujarnya.

Agus berharap, ada lingkungan RW di tiap desa di Kecamatan Jawilan yang bisa meraih penghargaan LKBA 2020 meskipun bervariasi sesuai potensi RW dan desa. Pada LKBA 2019, ada sembilan RW dari sembilan desa di Kecamatan Jawilan yang mendapatkan penghargaan.

“Kita akan soroti di 2020 berkaitan dengan pengolahan sampah,” terangnya.

Camat Kopo Tenda Subekti juga mengakui, Sosialisasi dan Workshop LKBA memotivasi kepala desa serta ketua RT dan RW agar lebih giat menyukseskan perlombaan yang telah menjadi agenda rutin Pemkab Serang tersebut. “Tahun lalu (2019-red), kami tidak mendapatkan penghargaan apa pun. Waktu itu masa transisi. Saya baru beberapa bulan menjadi camat (Kopo-red). Tapi, tahun ini, menjadi motivasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam lomba,” cetusnya.

Pada bagian akhir, Kapolsek Jawilan Iptu Yusuf Dwi Atmojo mengaku akan mendorong tiap desa untuk menyukseskan LKBA. Ia akan bekerja sama dengan pihak koramil dan kecamatan.

“Dari bhabinkamtibmas mendorong, memantau, mengamankan. Nanti kita beri penjelasan bagaimana poskamling yang bagus. Bahkan, kita akan melakukan pengecekan pelaksanaan siskamling-nya langsung,” bebernya.

“Harapannya, berjalan dengan baik, lancar. Memang, awalnya kita dipaksa dan dilombakan. Tetapi, ke depannya akan menjadi kebiasaan kampungnya bersih dan aman,” tambah Yusuf. (fdr-dylan zitizen/don/ira)