Kampung Terong Nambojaya: Kampanyekan Bercocok Tanam Sayuran Bebas Pestisida

Beberapa anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium Lestari sedang bercocok tanam sayuran organik di kebun, Minggu (2/9).

Sekilas tak ada yang berbeda dari sebuah kebun tanaman yang berada di RT 02, RW 03, Kelurahan Nambojaya, Kecamatan Karawaci. Lahan fasilitas umum seluas 200 meter itu telah merubah gaya hidup masyarakat setempat dalam mengonsumsi sayur mayur yang sehat tanpa pestisida.

HAIRUL ALWAN – KARAWACI

KEBUN tanaman warga yang dijaga dan dirawat sendiri itu merupakan buah dari program Tangerang Berkebun yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium Lestari. Selepas program berjalan, warga setempat terus melanjutkan kegiatan berkebun.

Pengelola KWT Yuliana mengatakan, KWT ini berawal dari program Tangerang Berkebun, saat itu warga secara swadaya dengan memanfaatkan lahan fasos fasum perumahan. Dirinya yang mengikuti penyuluhan bahaya pestisida dalam sayuran dari pemkot turut menyosialisasikan kembali kepada masyarakat. ”Awalnya mengajak warga untuk memanfaatkan pekarangan untuk menanam sendiri menggunakan pupuk organik kemudian masyarakat mulai merasakan perbedaan rasa sayuran hasil panen tanpa menggunakan pestisida dengan yang dibelinya,” katanya.

Dengan semangat tersebut, kemudian KWT yang beranggotakan 30 ibu-ibu yang berasal dari kader Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan posyandu ini membangun kebun yang tertata mulai dari pembibitan sampai dengan panen. ”Di sini setelah dilepas pembinaan oleh dinas dalam program Tangerang Berkebun, KWT masih terus aktif menanam dan panen, bahkan kami buat jadwal piket anggota untuk merawat kebun, hal tersebut yang menyebabkan kami menjadi salah satu penerima bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL),” katanya kepada Radar Banten, Sabtu (1/9) lalu.

Hasil panen dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kebutuhan memasak sehari-hari, uang yang didapatkan dikelola kembali untuk membeli berbagai keperluan kebun. ”Kami juga memanfaatkan pasar lingkungan untuk menjual hasil panen kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, asal usul KWT Anthurium Lestari dinamakan Kampung Terong disebabkan saat itu diperlukan ciri khas dari program Tangerang Berkebun yang dikelola masyarakat. Saat itu hasil panen yang paling banyak dan hasilnya bagus terong. ”Nah makanya dinamakan Kampung Terong, tetapi ada hasil panen lainnya yang beragam seperti kol, caisim juga ada tanaman obat,” ungkapnya.

Atas kekompakan warga yang tergabung dalam KWT mengelola dan mengajak para ibu rumah tangga untuk menanam dan mengonsumsi sayur-sayuran organik yang bebas pestisida. KWT Kampung Terong salah satu penerima bantuan KRPL.

Program KRPL merupakan program Kementerian Pertanian dengan optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep rumah pangan lestari (RPL). ”RPL adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumber daya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam,” pungkasnya. (*)