Kampung Domba

Tempat-tempat yang semula tampak biasa dan hanya dikunjungi orang yang itu-itu saja semakin berbenah dan mempercantik diri. Tempat yang memiliki kekhasanlah yang banyak didatangi dari penjuru Banten.

Satu di antaranya adalah Kampung Domba, di Juhut, Kabupaten Pandeglang. Tempat wisata ini awalnya kawasan peternakan domba yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang. Bukan hanya peternakan, saat ini sudah dibangun beragam kedai berkonsep ciamik yang banyak dijadikan tempat berkumpul anak muda.

“Suasananya kayak di Puncak, Bogor. Kita bisa melihat matahari terbenam dan lampu-lampu mulai dihidupkan. Kita bisa melihat kelap-kelip dari daerah Pandeglang dan Serang dari dataran tinggi Kampung Domba,” jelas Tubagus Asep Pramudya, warga Pandeglang, yang berprofesi sebagai entrepreneur batik ini.

Terletak tepat di kaki gunung Karang Pandeglang, Kampung Domba, tidak hanya asyik untuk berfoto, tetapi juga belajar. Di tempat ini ada kandang domba, kambing, kelinci, dan sapi.

Sementara di Kabupaten Serang, Cikolelet menawarkan wisata alam Gunung Pillar di Kampung Cibunut, Kecamatan Cinangka. Desa Cikolelet giat mengembangkan potensi wisata desa dengan destinasi wisata unggulan Gunung Pillar dan Gunung Cibaja. Gunung Pillar menawarkan wisata alam yang indah dan alami dengan pemandangan eksotis Gunung Karang.

Banyak yang berfoto di ayunan dengan latar belakang pemandangan.  Disporapar Kabupaten Serang mendukung desa tersebut menjadi desa wisata terpadu dengan menyajikan beragam wisata alam, seni, budaya, dan suvenir yang dikelola UMKM.

“Kalau Puncak Cibaja mulai dikenal lebih dari setahun lalu, view-nya ke Rawadanau dan Selat Sunda. Di sana ada rumah pohon juga rumah pantau untuk memantau habitat lutung dan monyet. Puncak Pillar mulai dikembangkan setahun lalu, ada ayunan (seperti di Lodge Maribaya, Jawa Barat-red),” ujar Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat.

Selanjutnya Curug Kembar, ada belum lama ini. Pascabanjir, aliran air berubah sehingga menjadi Curug Kembar. “Jembatan Paris dinamai begitu dari wisatawannya. Bentuknya jembatan gantung yang dibuat Dinas PU Kabupaten Serang, sudah ada lima tahun lalu,” papar.

Mengenai potensi UMKM, ada handycraft (kerajinan tangan) dari pandan dan eceng gondok yang dijadikan tas, dompet, dan semacamnya. Untuk makanan, masyarakat membuat keceprek rasa balado, cokelat, asin, juga manis. “Seni budaya yang ada di sini adalah rudat, kendang pencak, rampak kasidah, calung, dan degung. Ini dilestarikan oleh masyarakat sejak lama,” jelas Ojat.

Kabupaten Serang juga memiliki Kampung Seni di Jalan AMD Koramil Yudha, Desa Mander, Kecamatan Bandung. Sejak didirikan beberapa tahun lalu, Kampung Seni Yudha Asri memiliki tujuan menanamkan dan melestarikan kecintaan masyarakat terhadap kesenian tradisional. Kini tempat wisata seni budaya Banten ini sudah memiliki lebih dari 350 orang yang belajar tentang seni budaya khas Banten. Seperti rampak beduk, bendrong, beduk kerok, kohkol, beluk, zikir saman, degung, dan pencak silat.  Masyarakat yang ingin belajar kesenian di tempat ini bebas memilih sesuai dengan kesukaan masing-masing.

Di Kota Cilegon, sedang tren Villa Ternak Cikeray. Salah satu unit usaha dari CV ini didirikan sejak Januari 2017, dan menjadi destinasi wisata baru di Kota Cilegon. Tempat ini menawarkan wisata edukasi bagi keluarga dan anak-anak terutama mengenai pertanian dan peternakan.

Villa Ternak Cikeray

Di tempat ini pengunjung melihat dan memberi makan beberapa hewan ternak seperti ayam, kambing, kuda, sapi, merpati. Vila di Kampung PasiraAngin, Desa Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, ini berlokasi di daerah perbukitan yang memiliki pemandangan menggugah.

Keberadaan vila milik Hari Bowo ini mengalihkan pendapat kebanyakan orang yang mengenal Kota Cilegon sebagai daerah di Banten dengan kawasan industri. “Di sini juga tempatnya Instagramable. Walaupun lumayan jauh dari perempatan Jalan Lingkar Selatan, Cilegon, tapi banyak hal yang didapat. Misalnya, pengalaman memberi makan hewan ternak karena tiket masuknya sudah termasuk pakan ternak dan minuman susu,” jelas Ade Setiawan, guru bimbingan konseling di salah satu SMA negeri di Cilegon ini.

Berbicara kampung wisata, Kampung Bekelir di RW 01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, tak boleh dilewatkan. Meskipun pernah diulas Radar Banten beberapa edisi lalu, kampung ini seperti tak habis untuk diceritakan. Bagi pehobi fotografi yang saat ini marak, tempat wisata ini menyajikan banyak latar belakang foto. Sebelum kampung ini dipenuhi grafiti menawan, puluhan seniman lokal dan mancanegara diajak menggambar pada media tembok dan pagar. Mereka berkreasi menggunakan media cat untuk menggambarkan budaya asli masyarakat Tangerang.

Keberadaan Kampung Bekelir bertujuan melestarikan dan memperkenalkan budaya atau ciri khas Kota Tangerang melalui gambar tiga dimensi, mural, dan grafiti. Diharapkan, bisa menjadikan Kampung Babakan sebagai destinasi wisata baru di Kota Tangerang.

“Saya saja dari Bekasi jauh-jauh ke sini karena tertarik untuk melihat langsung. Di media sosial banyak yang pamer foto di sini,” jelas Mama Neli yang kedapatan sedang berwisata di Kampung Bekelir beberapa waktu lalu, bersama dua temannya. (Hilal/RBG)